Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Penataan Pasar Pagi Berlanjut, Pemkot Cari Skema yang Tak Rugikan Pedagang

    September 16, 2026

    137 UMKM Penyintas Dapat KEMAS, Pertamina Siapkan Pemetaan Pasokan LPG 3 Kg

    September 16, 2026

    Fender Jembatan Mahakam Habis Ditabrak Dua Kali, DPRD Kaltim Targetkan Perbaikan Rampung November

    September 16, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»OMC Kaltim Masuk Hari Kedua, Pesawat Cessna Siaga 24 Jam Memburu Awan Hujan
    Pemerintah

    OMC Kaltim Masuk Hari Kedua, Pesawat Cessna Siaga 24 Jam Memburu Awan Hujan

    AminahBy AminahSeptember 16, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Hamparan awan terlihat dari pesawat (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Timur (Kaltim) memasuki hari kedua, Rabu 16 September 2026. Pesawat Cessna yang ditempatkan di Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda disiagakan untuk mencari peluang terbentuknya awan yang bisa dipicu menjadi hujan.

    Operasi ini tidak berjalan dengan pola penerbangan rutin dari satu rute ke rute lain. Pesawat baru diterbangkan ketika pemantauan menemukan awan yang dinilai memiliki potensi menghasilkan hujan.

    Kondisi tersebut membuat pemantauan awan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan OMC. Tim bersiaga selama 24 jam agar peluang pembentukan awan tidak terlewat.

    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda Suwarso mengatakan seluruh perangkat pendukung operasi telah disiapkan. Sekitar 60 ton garam yang digunakan sebagai bahan penyemaian awan juga telah tiba di APT Pranoto dari Lanud Dhomber.

    “Tadi pagi sekitar 60 ton garam dari Lanud Dhomber sudah datang, pilot juga siap. Sekarang tinggal menunggu dan memantau potensi pembentukan awan yang berpeluang menjadi hujan,” kata Suwarso di DPRD Samarinda, Selasa, 15 September 2026.

    OMC dijadwalkan berlangsung selama 15–19 September 2026. Wilayah pemantauannya mencakup seluruh Kaltim, dengan penerbangan disesuaikan dengan jarak dan kemampuan pesawat.

    Suwarso mengatakan operasi tersebut harus memanfaatkan sekecil apa pun peluang awan yang berpotensi menghasilkan hujan.

    “Perintah BNPB jelas, sekecil apapun peluang jika ada potensi titik awan yang berpotensi hujan, maka harus dilakukan OMC,” ujarnya.

    Pelaksanaan OMC dilakukan di tengah kondisi kemarau yang masih berdampak terhadap Kaltim, sekaligus ketika ancaman kebakaran hutan dan lahan masih menjadi perhatian. Karena itu, peluang hujan yang muncul dari kondisi atmosfer menjadi sasaran operasi.

    Pemilihan periode 15–19 September bukan tanpa dasar. Menurut Suwarso, prediksi BMKG menunjukkan adanya peluang pembentukan awan yang dapat menimbulkan hujan pada periode tersebut.

    “Karena di tanggal tersebut prediksi BMKG ada peluang pembentukan awan yang dapat menimbulkan hujan,” katanya.

    Selama operasi berlangsung, keberadaan pesawat di APT Pranoto menjadi bagian dari kesiapsiagaan. Pesawat, pilot, personel pendukung dan bahan penyemaian telah tersedia, sementara keputusan untuk melakukan penerbangan mengikuti perkembangan awan yang dipantau di wilayah Kaltim.

    Bandara APT Pranoto BMKG BPBD Samarinda Hujan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Suwarso
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Penataan Pasar Pagi Berlanjut, Pemkot Cari Skema yang Tak Rugikan Pedagang

    September 16, 2026

    Lampu Jembatan Mahulu Belum Menyala Penuh, PUPR Bidik Pemasangan 2027

    September 15, 2026

    Perusahaan di Samarinda Didorong Perkuat Kontribusi Tangani Kondisi Darurat

    September 15, 2026

    Palaran hingga Makroman Berkali-kali Terbakar, BPBD Samarinda Ungkap Dugaan Penyebab

    September 15, 2026

    Tanggap Darurat Berakhir 21 September, Begini Nasib BTT Rp2,5 Miliar untuk Kekeringan Samarinda

    September 15, 2026

    KLH Segel 50 Perusahaan Terdampak Karhutla, 4 di Antaranya Berada di Kaltim

    September 15, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Penataan Pasar Pagi Berlanjut, Pemkot Cari Skema yang Tak Rugikan Pedagang

    IraSeptember 16, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Penataan pedagang di Pasar Pagi Samarinda yang sebelumnya sempat diwarnai ketegangan terkait…

    137 UMKM Penyintas Dapat KEMAS, Pertamina Siapkan Pemetaan Pasokan LPG 3 Kg

    September 16, 2026

    Fender Jembatan Mahakam Habis Ditabrak Dua Kali, DPRD Kaltim Targetkan Perbaikan Rampung November

    September 16, 2026

    OMC Kaltim Masuk Hari Kedua, Pesawat Cessna Siaga 24 Jam Memburu Awan Hujan

    September 16, 2026

    Lampu Jembatan Mahulu Belum Menyala Penuh, PUPR Bidik Pemasangan 2027

    September 15, 2026
    1 2 3 … 3,344 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.