Insitekaltim, Samarinda – Sebanyak 59 cabang olahraga (Cabor) dipastikan dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 yang akan berlangsung di Kabupaten Paser pada 14-27 November mendatang.
Dari jumlah tersebut, lima cabor akan dilaksanakan secara mandiri oleh masing-masing cabang olahraga. Hal itu diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim Rasman Rading.
Ia mengatakan, pemerintah provinsi tetap memberikan dukungan terhadap lima cabor yang pelaksanaannya dilakukan secara mandiri.
Lima cabor tersebut yakni ski air, korball, barongsai, petanque, dan woodball.
Meski tidak seluruh kebutuhan pembiayaan ditanggung pemerintah, sejumlah komponen tetap mendapat dukungan anggaran dari Pemprov Kaltim. Di antaranya kebutuhan hotel, medali, sertifikat, pakaian panitia, pakaian perangkat pertandingan, serta sebagian honor.
“Secara mandiri, tapi tetap juga kami ada yang kami biayai. Contoh banyak, hotelnya, medalinya, sertifikatnya, kemudian bajunya, baju panitia, baju perangkat pertandingan. Ada juga yang kami biayai itu, tapi tidak banyak,” kata Rasman di Samarinda, Senin, 14 September 2026.
Terkait dukungan pembiayaan, ia menyampaikan bahwa hal tersebut disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah yang saat ini menerapkan efisiensi anggaran.
Rasman tidak menyebutkan secara rinci besaran anggaran yang dialokasikan khusus untuk lima cabor tersebut. Menurutnya, pemerintah lebih mengutamakan dukungan terhadap semangat cabang olahraga untuk tetap berpartisipasi dalam pelaksanaan Porprov.
“Tidak secara khusus sih. Tidak bisa saya rincikan dan tunjukkan, sangat sakral. Tapi yang jelas Pemerintah Provinsi Kaltim memiliki apresiasi yang sangat tinggi kepada cabang olahraga yang punya niat baik untuk melaksanakan kejuaraan,” ujarnya.
Menurut Rasman, keterbatasan fiskal tidak seharusnya mengurangi semangat pelaksanaan Porprov. Karena itu, pemerintah daerah dan cabor diminta saling memahami kondisi anggaran sekaligus tetap memberikan dukungan agar agenda olahraga tingkat provinsi tersebut dapat berjalan.
“Walaupun dalam kondisi keuangan yang sangat efisiensi, tapi tidak mengurung atau menurunkan niat semangat para cabang olahraga untuk ikut serta dalam kegiatan ini,” katanya.
Kepastian 59 cabor yang dipertandingkan menjadi akhir dari proses panjang penentuan nomor pertandingan Porprov Kaltim 2026. Sebelumnya, jumlah cabor yang direncanakan mencapai 64.
Namun, kondisi fiskal daerah membuat jumlah tersebut harus dievaluasi. Kabupaten Paser selaku tuan rumah kemudian melakukan penyesuaian terhadap jumlah cabor yang dapat dipertandingkan.
Dari pembahasan tersebut, jumlah cabor sempat ditekan hingga 50. Perubahan jumlah cabor ini menjadi perhatian sembilan kabupaten/kota lainnya yang akan mengikuti Porprov.
Setelah melalui pembahasan dan penyesuaian lebih lanjut, jumlah cabor yang akhirnya dipastikan bertanding ditetapkan menjadi 59.
Lanjutnya, Pemprov Kaltim tetap memberikan perhatian terhadap pelaksanaan Porprov meski anggaran daerah dalam kondisi efisiensi.
Ia menyebut Gubernur Kaltim memberikan dukungan anggaran sekitar Rp22,5 miliar untuk penyelenggaraan Porprov 2026.
“Yang jelas Gubernur Kaltim sangat mengapresiasi kegiatan Porprov ini. Buktinya dia menyalurkan anggaran kurang lebih sekitar Rp22,5 miliar,” tutupnya.

