Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    TPP Belum Dibayar, Ratusan Pegawai RSUD AWS Teken Petisi Tuntut Pencairan

    September 8, 2026

    Kemenkes Perkuat Pemulihan Mental Warga NTT Pascagempa, 160 Nakes Dikirim

    September 8, 2026

    Jaga Hutan Malah Dapat Dana Lebih Kecil, Pansus DPRD Kaltim Minta Skema Jasa Lingkungan Diubah

    September 8, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lifestyle»Kesehatan»Kemenkes Perkuat Pemulihan Mental Warga NTT Pascagempa, 160 Nakes Dikirim
    Kesehatan

    Kemenkes Perkuat Pemulihan Mental Warga NTT Pascagempa, 160 Nakes Dikirim

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaSeptember 8, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sejumlah Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Batch 2 bersiap diberangkatkan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memperkuat pelayanan kesehatan dan pemulihan psikososial masyarakat terdampak gempa. (Ist/Kemenkes RI)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Jakarta – Luka akibat gempa tak selalu terlihat. Ketika patah tulang dan luka fisik mulai mendapat perawatan, masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menghadapi persoalan lain yang tak kalah penting, yakni trauma dan tekanan psikologis.

    Kondisi tersebut menjadi perhatian Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dalam penanganan pascagempa di NTT. Sebanyak 160 Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Batch 2 diberangkatkan pada Senin, 7 September 2026 untuk memperkuat layanan kesehatan, dengan fokus lebih besar pada pemulihan psikososial dan kesehatan mental masyarakat.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Sumarjaya mengatakan, penugasan kali ini memiliki pendekatan berbeda dibandingkan tahap sebelumnya. Tenaga kesehatan akan membantu masyarakat menghadapi dampak psikologis yang muncul setelah mengalami bencana.

    “Pendekatannya agak berbeda karena ini lebih kepada psikososial, bagaimana kita memberangkatkan tenaga-tenaga yang memberikan kesehatan mental bagi masyarakat di daerah Flores,” ungkap Sumarjaya.

    Sebanyak 160 TCK tersebut akan ditempatkan di empat kabupaten, yakni Ngada, Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur. Mereka akan memberikan pelayanan di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas dan rumah sakit lapangan.

    Saat ini terdapat dua rumah sakit lapangan yang mendukung pelayanan kesehatan masyarakat terdampak gempa, masing-masing berada di Ruteng dan Ngada.

    Menurut Sumarjaya, kebutuhan pemulihan psikososial muncul karena bencana tidak hanya menyebabkan cedera fisik. Kehilangan harta benda, rumah, hingga pengalaman menghadapi gempa dapat meninggalkan tekanan psikologis, terutama bagi anak-anak.

    “Untuk saat ini, itu adalah lebih kepada psikososial, bagaimana memberikan edukasi, komunikasi kepada masyarakat terdampak,” katanya.

    Dokter umum TCK Shaldy Syifa Azzahri mengatakan, pemulihan pascagempa perlu melihat kondisi masyarakat secara menyeluruh. Setelah penanganan fisik dilakukan, aspek psikologis juga perlu mendapat perhatian agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan setelah bencana.

    “Ini bukan lagi hanya memperbaiki kesehatan dari fisiknya saja, tapi juga kita harus membantu untuk memulihkan kesehatan psikologisnya juga,” ujarnya.

    Shaldy menambahkan, tenaga kesehatan juga perlu mempersiapkan kondisi fisik dan mental sebelum terjun ke wilayah bencana. Peralatan serta bahan kesehatan disiapkan untuk mendukung pelayanan selama masa penugasan.

    Bagi Rayhendra Hanif, penugasan ke NTT juga memiliki alasan personal. Dokter umum TCK asal Padang tersebut pernah mengalami gempa di daerah asalnya pada 2009 ketika masih duduk di sekolah dasar. Pengalaman itu mendorongnya ikut membantu masyarakat NTT yang menghadapi bencana serupa.

    “Saya dulu dari Padang tahun 2009 itu juga sudah pernah gempa. Jadi hati saya juga tergerak untuk pergi ke NTT karena kondisinya mirip, sama-sama gempa,” ungkapnya.

    Selain layanan psikososial, TCK turut membantu perawatan pasien pascaoperasi. Kemenkes sebelumnya telah mengerahkan dokter spesialis, termasuk ortopedi dan bedah, untuk menangani pasien yang membutuhkan tindakan operasi.

    Kemenkes juga memperkuat surveilans kesehatan untuk mendeteksi potensi penyakit menular dan mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB) maupun wabah pascabencana.

    Penugasan TCK berlangsung selama 14 hari sesuai standar WHO dan mengikuti masa tanggap darurat yang ditetapkan Pemerintah Provinsi NTT hingga 12 September 2026, dengan kemungkinan perpanjangan berdasarkan kebutuhan di lapangan.

     

    Kemenkes Kemenkes RI Kesehatan Mental Sumarjaya
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    TPP Belum Dibayar, Ratusan Pegawai RSUD AWS Teken Petisi Tuntut Pencairan

    September 8, 2026

    Pola Makan Keluarga Jadi Penentu Tumbuh Kembang dan Prestasi Anak

    September 8, 2026

    Udara Pascakarhutla Mulai Membaik, Dinkes Kaltim Sebut ISPA Belum Signifikan

    September 7, 2026

    PWI Kaltim Dorong Gaya Hidup Sehat Wartawan Lewat Porwada

    September 7, 2026

    Family Fun Walk PWI Kaltim Satukan Insan Pers Lintas Generasi

    September 6, 2026

    Tak Hanya Jalan Sehat, PWI Kaltim Bawa Semangat Sehat hingga Peduli Sesama

    September 6, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    TPP Belum Dibayar, Ratusan Pegawai RSUD AWS Teken Petisi Tuntut Pencairan

    IraSeptember 8, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Keterlambatan pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS)…

    Kemenkes Perkuat Pemulihan Mental Warga NTT Pascagempa, 160 Nakes Dikirim

    September 8, 2026

    Jaga Hutan Malah Dapat Dana Lebih Kecil, Pansus DPRD Kaltim Minta Skema Jasa Lingkungan Diubah

    September 8, 2026

    BNPB Siapkan Helikopter Waterbombing, 176 Karhutla Terjadi di Samarinda

    September 8, 2026

    Aset Daerah Kaltim Banyak Belum Produktif, Pansus Dorong Jadi Sumber PAD

    September 8, 2026
    1 2 3 … 3,328 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.