Insitekaltim, Samarinda – Asisten II Sekretariat Daerah Samarinda Marnabas Patiroy mengatakan, sistem digital pengendalian proyek pembangunan yang tengah disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda akan digunakan untuk memantau perkembangan pekerjaan secara berkala, termasuk melihat deviasi antara target dan realisasi di lapangan.
Marnabas menjelaskan sistem tersebut nantinya dapat menampilkan perkembangan pekerjaan melalui dashboard sehingga pemerintah dapat mengetahui kondisi proyek tanpa harus mencari informasi secara terpisah.
“Jadi bisa lihat pembangunan misalnya bangunan sekolah berapa persen sudah. Kemudian bahannya bagus enggak gitu lho. Dalam tiga bulan misalnya pekerjaannya sudah 30 persen, ternyata masih 25 persen, nah kelihatan itu,” ujarnya usai Rapat Koordinasi Persiapan Digitalisasi Pengendalian dan Monitoring Proyek Pembangunan Kota Samarinda di Ruang Rapat Sekda, Lantai II Balai Kota Samarinda, Jumat, 4 September 2026.
Ia menuturkan, kondisi proyek akan ditampilkan dengan indikator warna untuk memudahkan tim mengetahui pekerjaan yang sesuai target maupun yang membutuhkan perhatian.
“Kelihatan di dashboardnya nanti kalau warna hijau artinya bagus, kalau kuning peringatan, kalau merah berarti ada masalah ini,“ tuturnya.
Pemantauan tersebut tidak hanya melihat capaian fisik pekerjaan, tetapi juga mutu dan ketepatan waktu. Dengan informasi yang tersaji dalam sistem, selisih antara target dan realisasi dapat segera diketahui. Menurutnya, pola tersebut akan membuat pemerintah lebih mudah melihat apakah pekerjaan berjalan sesuai target.
“Artinya tiap hari perkembangannya kelihatan,” tegasnya.
Digitalisasi tersebut juga akan memperkuat keterlibatan Inspektorat dalam proses pengawasan. Jika sebelumnya pengawasan lebih banyak terlihat pada tahap akhir, melalui sistem ini pendampingan dapat dilakukan sejak perencanaan hingga pekerjaan selesai.
“Inspektorat akan melihat. Kalau selama ini kan di akhirnya saja, nah nanti dia mulai dari perencanaan, di tengahnya sampai proses akhir itu akan pendampingan,” bebernya.
Marnabas menilai keberadaan sistem tersebut akan mempermudah akses terhadap informasi proyek. Dokumen dan perkembangan pekerjaan dapat dilihat melalui aplikasi tanpa harus mencari data dari berbagai perangkat daerah.
“Nanti tidak lagi harus mencari-cari berkas. Misalnya diperlukan, tinggal buka aplikasinya kelihatan,” pungkasnya.

