Insitekaltim, Samarinda – Asisten II Sekretariat Daerah (Sekda) Samarinda Marnabas Patiroy mengatakan pemerintah kota (pemkot) tengah menyiapkan sistem digital yang menyatukan seluruh tahapan proyek pembangunan dalam satu database, mulai dari perencanaan, lelang, penganggaran, pelaksanaan hingga pemeliharaan.
“Jadi kita akan melihat nanti mulai dari perencanaan, kemudian lelang, penganggaran, sampai kepada nanti struktur pekerjaan dan pemeliharaan itu terlihat semua di dalam satu database itu,” ujarnya usai Rapat Koordinasi Persiapan Digitalisasi Pengendalian dan Monitoring Proyek Pembangunan Kota Samarinda di Ruang Rapat Sekda, Lantai II Balai Kota Samarinda, Jumat, 4 September 2026.
Sejumlah sistem digital sebenarnya telah digunakan sebelumnya, tetapi informasi masih tersebar dan belum terintegrasi dalam satu sistem. Penerapan sistem tersebut akan dilakukan bertahap.
Pada 2027, Pemkot Samarinda akan mematangkan sekitar 10 hingga 20 proyek untuk dijadikan proyek percontohan. Selanjutnya, sistem ditargetkan dapat diterapkan secara menyeluruh pada 2028.
“Tergantung Pak Wali nanti berapa. Tapi kami akan matangkan nanti sekitar 10-20 proyek yang kita masukkan. Jadi nanti sekitar di tahun 2028 maka semuanya sudah harus jalan,” jelasnya.
Penyatuan tersebut bukan lahir karena persoalan tertentu yang baru terjadi. Melainkan merupakan keinginan Wali Kota Samarinda yang telah dirancang sejak beberapa tahun lalu, sementara sistem pendukungnya sudah berjalan tetapi masih tersebar.
Dalam sistem tersebut, pembagian peran antarperangkat daerah juga akan disiapkan. Adbang akan menjadi bagian yang mengampu sistem, sementara Diskominfo bertugas menyiapkan dan mengintegrasikan kebutuhan sistem. Adapun kebutuhan aplikasi dan fitur akan disiapkan bersama pihak terkait.
“Menjadi satu-kesatuan nanti, OPD pengampunya nanti itu bagiannya nanti di Adbang. Yang menyiapkan, menjahit ini bahasa kami, menjahit ini semuanya ini ada di Diskominfo. Kemudian aplikasi, fitur-fitur apa yang diperlukan nanti itu nanti PBJ,” tuturnya.
Data proyek nantinya tetap berasal dari perangkat daerah yang menangani masing-masing pekerjaan. Data tersebut kemudian dikoordinasikan dalam sistem yang menjadi bagian dari pengelolaan Adbang.
“Kemudian nanti input datanya itu ada di masing-masing perangkat daerah yang punya proyek dan koordinatornya di Adbang. Jadi nanti masuk situ, kemudian nanti yang pengampunya juga nanti ADBANG. Jadi seolah-olah SDM-nya juga kita siapkan,” terangnya.
Untuk memastikan sistem dapat berjalan, Pemkot Samarinda juga menyiapkan sumber daya manusia di masing-masing perangkat daerah. Marnabas menilai kesiapan SDM menjadi bagian penting agar sistem yang dibangun dapat digunakan secara optimal.
“Karena jangan sampai nanti ini sudah siap, sementara SDM di lapangan juga tidak mumpuni gitu lho. Maka nanti tentu ada pelatihan-pelatihan internal. Misalnya proyek pembangunan ini disiapkan, siapa berbuat apa di situ,” tegasnya.
“Hari ini kami rapatkan untuk memantapkan. Mungkin dalam minggu depan kami akan laporan kepada Wali Kota bahwa ini sudah siap perencanaannya, ini yang diperlukan mulai dari SDM-nya sampai penganggarannya untuk penyiapan dashboard-nya ini,” pungkasnya.

