
Insitekaltim, Samarinda – Pemanfaatan kios di Pasar Pagi Samarinda masih menjadi perhatian setelah sejumlah pedagang diketahui memiliki lebih dari satu kios, tetapi tidak seluruhnya dapat dioperasikan.
Kondisi tersebut dinilai perlu dicarikan solusi agar aktivitas perdagangan di Pasar Pagi semakin optimal. Hal itu disampaikan Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Iswandi.
Diketahui, dari sekitar 2.500 kios yang tersedia, berdasarkan peninjauan sebelumnya masih terdapat sekitar 1.500 kios yang belum terisi.
Meski demikian, ia menyebut angka tersebut perlu diperbarui karena informasi terbaru menunjukkan jumlah kios kosong telah berkurang. Untuk memastikan kondisi terkini, pihaknya akan meminta data terbaru kepada pengelola.
“Kita akan minta data konkretnya. Karena memang ada satu pedagang yang punya dua sampai tiga kios, dan di lantai yang berbeda,” ujar Iswandi, Selasa, 1 September 2026.
Menurut Iswandi, kepemilikan beberapa kios di lantai berbeda tidak serta-merta membuat seluruhnya dapat dibuka. Pedagang harus mempertimbangkan biaya operasional, termasuk kebutuhan tenaga untuk menjaga setiap kios.
Terlebih, omzet yang diperoleh di sejumlah lantai belum tentu mampu menutup biaya operasional tersebut. Kondisi itu membuat sebagian pedagang memilih hanya mengaktifkan kios yang dinilai lebih potensial.
“Yang lantai tiga saja enggak laku, omzet-nya sehari belum tentu laku. Sehari kadang enggak terjual. Kalau dia memaksakan buka yang lain lagi kan ada cost yang harus dikeluarkan, minimal yang jaga kan karyawan,” jelasnya.
Melihat kondisi tersebut, Iswandi menyebut perlu ada pembahasan mengenai pola pemanfaatan kios. Salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan yakni menggabungkan penggunaan dua kios atau melakukan penataan kembali agar ruang perdagangan yang tersedia lebih efektif.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak semata berkaitan dengan jumlah kios yang kosong, tetapi bagaimana keberadaan kios mampu menunjang keberlangsungan usaha pedagang.
Ia berharap penataan tersebut dapat membuat aktivitas perdagangan lebih terkonsentrasi dan mendorong peningkatan transaksi di dalam Pasar Pagi.
“Intinya kita mau bicara ke depan bagaimana Pasar Pagi ini bisa ramai, ekonomi bergerak, pedagang senyum, pembeli juga ramai,” pungkasnya.

