Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Cari Kerja di Samarinda Makin Mudah, Disnaker Luncurkan Sistem Pencocokan Kompetensi

    Oktober 18, 2026

    Tak Hanya Menang atau Kalah, Andi Harun Soroti Pentingnya Mediasi dalam Penegakan Hukum

    Oktober 18, 2026

    Wawali Saefuddin Dorong Kaltim Bershalawat Rutin Digelar

    Oktober 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Inflasi Mendekati 4 Persen, Bapenda Samarinda Pantau Dampaknya ke Penerimaan Pajak
    Ekonomi

    Inflasi Mendekati 4 Persen, Bapenda Samarinda Pantau Dampaknya ke Penerimaan Pajak

    Andika SaputraBy Andika SaputraAgustus 29, 2026Updated:Oktober 5, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Bapenda Kota Samarinda, Cahya Ernawan (Dok/Insitekaltim)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Inflasi yang mendekati 4 persen mulai menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, karena berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat, konsumsi dan aktivitas dunia usaha.

    Kondisi tersebut kini turut dipantau Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Samarinda melalui perkembangan penerimaan pajak daerah.

    Hal itu disampaikan Kepala Bapenda Kota Samarinda Cahya Ernawan.

    Ia mengatakan sampai Juli 2026 kondisi penerimaan pajak masih berbeda pada setiap sektor. Sejumlah jenis pajak masih menunjukkan pertumbuhan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara beberapa sektor lainnya mengalami penurunan dan pergerakan yang fluktuatif.

    Salah satu sektor yang masih mencatat pertumbuhan adalah Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) restoran. Hingga Juli 2026 penerimaannya tumbuh sekitar 19 persen dibandingkan Juli 2025. Pertumbuhan juga masih terlihat pada Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

    “Misalnya pada sektor PBJT restoran, itu sampai dengan Juli 2026 ini masih tumbuh sekitar 19 persen dibandingkan periode yang sama, Juli tahun 2025 yang lalu. Demikian juga dengan PBB, BPHTB, masih bertumbuh,” kata Cahya saat dikonfirmasi oleh wartawan Insitekaltim, Sabtu, 29 Agustus 2026.

    Namun tidak semua sektor menunjukkan kondisi yang sama. Cahya menyebut penerimaan dari sektor perhotelan hingga Juli 2026 masih berada di bawah capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya.

    Menurutnya Bapenda masih melihat perkembangan tersebut secara bulanan untuk mengetahui apakah penurunan pada sejumlah sektor hanya bersifat sementara atau menjadi sebuah tren. Evaluasi terhadap realisasi dan penerimaan pajak juga akan terus dilakukan dalam beberapa bulan ke depan.

    Di tengah kondisi tersebut Bapenda memastikan tidak akan merespons tekanan daya beli dengan menambah beban masyarakat maupun pelaku usaha. Optimalisasi penerimaan akan lebih diarahkan pada potensi pajak yang sudah ada.

    “Kami juga tidak ingin bahwa tekanan daya beli ini kemudian direspons oleh Bapenda dengan menambah beban kepada masyarakat atau pelaku usaha,” ujarnya.

    Cahya mengatakan langkah yang dilakukan Bapenda antara lain meningkatkan kepatuhan wajib pajak, memperbarui data, mendorong digitalisasi serta memastikan pajak yang menjadi kewajiban dapat dilaporkan dan disetorkan dengan benar.

    Ia menegaskan kenaikan inflasi tidak serta-merta membuat pemerintah daerah meningkatkan tekanan kepada masyarakat. Bapenda memilih mengoptimalkan penerimaan dari potensi yang sudah tersedia sembari terus memantau perkembangan ekonomi dan realisasi pendapatan daerah.

    “Intinya pada prinsipnya tidak akan begitu inflasi naik kami malah nge-push kepada masyarakat dengan menambah beban masyarakat. Engga. Jadi kami mengoptimalisasikan saja apa yang sudah ada,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Kenali Inseminasi Buatan, Cara Meningkatkan Kualitas Keturunan Sapi

    Oktober 16, 2026

    Harga TBS Sawit Kaltim Turun, Tertinggi Rp3.542 per Kilogram

    Oktober 16, 2026

    Kemarau Ganggu Ketersediaan Pakan, Peternak Sapi di Kaltim Perlu Siapkan Silase

    Oktober 15, 2026

    Kaltim Masih Bergantung Sapi dari Luar Daerah, 58 Ekor Disalurkan ke Peternak Samarinda

    Oktober 14, 2026

    Harga Cabai di Samarinda Naik, Disdag Sebut Biaya Pengiriman Jadi Pemicu

    Oktober 13, 2026

    Wagub Kaltim Dorong Peningkatan PAD dari Sektor Energi, Soroti PI dan Antrean BBM

    Oktober 10, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Cari Kerja di Samarinda Makin Mudah, Disnaker Luncurkan Sistem Pencocokan Kompetensi

    SintaOktober 18, 2026

    Insitekaltim, Samarinda  – Mencari pekerjaan bukan sekadar menemukan lowongan yang sesuai, tetapi juga memastikan posisi…

    Tak Hanya Menang atau Kalah, Andi Harun Soroti Pentingnya Mediasi dalam Penegakan Hukum

    Oktober 18, 2026

    Wawali Saefuddin Dorong Kaltim Bershalawat Rutin Digelar

    Oktober 18, 2026

    Saefuddin Harap PERDESTI Perkuat Profesionalisme Dokter Estetika

    Oktober 18, 2026

    Andi Harun Ajak Mahasiswa Kritis Mengkaji Pemilu

    Oktober 18, 2026
    1 2 3 … 3,391 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.