Insitekaltim, Samarinda – Sebanyak 15 UMKM binaan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) membukukan penjualan mencapai Rp1,14 miliar selama mengikuti pameran luring Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026.
Capaian tersebut menjadi salah satu hasil yang menonjol dari partisipasi UMKM Kaltim dalam ajang yang mempertemukan pelaku usaha dengan pasar dan jejaring bisnis dari dalam maupun luar negeri.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Kaltim Jajang Hermawan mengatakan, jumlah UMKM Kaltim yang tampil secara luring tahun ini meningkat signifikan.
“Ke-15 UMKM tersebut terdiri dari empat UMKM wastra, satu ready to wear, empat UMKM kriya, satu home decor, serta lima UMKM makanan dan minuman olahan,” terangnya.
Dari total penjualan tersebut, Manika Kaltim menjadi UMKM dengan transaksi tertinggi. Pelaku usaha yang memproduksi kerajinan tas rotan dan manik-manik khas Kalimantan Timur itu mencatat penjualan sebesar Rp615,29 juta.
Tak hanya dari penjualan langsung, pelaku UMKM Kaltim juga memperoleh peluang memperluas pasar melalui business matching dengan calon pembeli dari berbagai negara.
Empat UMKM binaan BI Kaltim mendapatkan peluang kerja sama internasional. UMKM Menggeris, yang memproduksi jam tangan dan kacamata berbahan kayu, memperoleh kesepakatan ekspor ke Jepang dan Italia.
Sementara itu, Abon Jaya Mandiri dengan produk olahan ikan, Tumman Jaya Mulya yang memproduksi aneka makanan ringan, serta Jo-E Craft dengan produk kerajinan tas khas Kaltim menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan calon pembeli dari Singapura, Afrika Selatan, dan Australia.
Jajang menyebut capaian tersebut menjadi peluang bagi UMKM Kaltim untuk meningkatkan jangkauan pasar sekaligus mempersiapkan produk agar mampu memenuhi kebutuhan konsumen internasional.
Selain pameran secara luring, sebanyak 22 UMKM Kaltim juga ambil bagian melalui pameran daring. Skema tersebut memperluas kesempatan produk-produk daerah dikenal masyarakat dan calon pembeli di luar Kaltim.
Prestasi Kaltim di KKI 2026 juga datang dari sektor industri kopi. Dalam Cangkir Barista Championship 2026, Joese Andrew Josly Kansil berhasil meraih juara kedua, sementara Nanda Danuarta menempati posisi kelima.
Keduanya menjadi bagian dari tiga perwakilan Kaltim yang sebelumnya berhasil lolos ke babak 24 besar nasional. Capaian tersebut menunjukkan perkembangan talenta barista sekaligus ekosistem industri kopi di daerah.
Secara nasional, KKI 2026 mencatat penjualan sementara Rp144,2 miliar hingga 22 Agustus 2026, atau meningkat 46 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya. Business matching ekspor juga mencapai Rp169,9 miliar dengan melibatkan 192 UMKM dan pembeli dari 16 negara.
Sementara business matching pembiayaan tercatat Rp285 miliar, meningkat 30,3 persen dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir.
BI Kaltim berkomitmen melanjutkan pembinaan UMKM secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kapasitas dan kualitas produk, inovasi dan digitalisasi, hingga perluasan akses pembiayaan, pasar, serta jejaring bisnis domestik dan internasional.

