Insitekaltim, Samarinda – Bagi Belva, Bhayangkara Run bukan hanya tentang menyelesaikan lintasan sejauh lima kilometer. Suasana meriah sejak sebelum start, rute yang memanjakan mata, hingga sambutan hangat di garis finis menjadi alasan dirinya kembali mengikuti event lari yang digelar Polresta Samarinda tersebut tahun ini.

Belva mengaku tak berpikir dua kali saat pendaftaran Bhayangkara Run dibuka. Setelah merasakan pengalaman menyenangkan pada penyelenggaraan tahun lalu, ia kembali mendaftarkan diri karena tak ingin melewatkan event yang hanya digelar setahun sekali itu.
“Aku ikut lagi karena tahun lalu benar-benar bikin bahagia. Event ini menurutku tidak mengecewakan sama sekali sebagai pelari. Setelah finis banyak entertainment, banyak yang kasih semangat, suasananya ramai dan seru. Aku memang hobi lari, jadi nggak mau ketinggalan Bhayangkara Run,” ujarnya di Samarinda, Minggu, 26 Juli 2026.
Tahun ini, Belva mengikuti kategori 5 kilometer bersama teman-teman perempuannya. Mereka memulai lomba bersama, meski akhirnya berlari dengan ritme masing-masing sebelum kembali bertemu di garis finis.
Menurutnya, euforia sudah terasa bahkan sebelum peluit start dibunyikan. Melihat ribuan peserta berkumpul bersama teman, keluarga, hingga pasangan membuat suasana penuh keceriaan.
“Aku lihat kanan kiri banyak yang ketawa, bercanda, ada yang sudah bahas nanti mau foto di jembatan. Bahagianya itu menular. Sebelum mulai lari saja aku sudah happy dan good mood,” ungkapnya.
Belva juga sengaja memodifikasi jersey dan nomor bib miliknya dengan tambahan aksesori lucu tanpa menghilangkan identitas Bhayangkara Run. Penampilannya itu bahkan mendapat banyak pujian dari peserta lain sepanjang perlombaan.
Belva menuturkan rute Bhayangkara Run menjadi salah satu bagian yang paling dinanti. Melintasi Jembatan Mahakam pada pagi hari memberikan pengalaman berbeda karena peserta dapat menikmati panorama Sungai Mahakam, angin pagi, hingga matahari terbit.
“Aku memang tipe pelari yang suka menikmati pemandangan. Jadi waktu melewati Jembatan Mahakam bisa lihat sunrise, anginnya enak, bisa foto juga. Buatku itu yang bikin larinya menyenangkan,” tuturnya.
Tak hanya rute, Belva juga mengapresiasi penyelenggaraan acara yang menurutnya semakin menarik. Ia menyoroti desain medali yang dapat diputar, hiburan di area finis, hingga beragam hadiah doorprize yang disiapkan panitia.
“Medalinya salah satu yang paling unik yang aku punya karena bisa di-spin. Hiburannya juga seru, doorprize-nya besar. Menurutku dari tahun ke tahun acaranya makin keren,” ucapnya.
Sesampainya di garis finis, rasa lelah seolah terbayar dengan sambutan meriah dari panitia dan peserta lain yang saling memberikan semangat.
“Aku bisa finis bareng teman-teman. Di kanan kiri banyak yang cheering, jadi walaupun capek rasanya senang banget. Euforianya yang paling aku suka,” jelasnya.
Belva menambahkan, event seperti Bhayangkara Run penting untuk mendorong masyarakat lebih aktif berolahraga. Penyelenggaraan pada akhir pekan membuat lebih banyak orang bisa berpartisipasi, termasuk mereka yang sebelumnya jarang berolahraga.
“Aku juga sering ngajak teman-teman yang jarang olahraga buat ikut. Karena acaranya ramai, ada hiburan, ada makanan, ada pemandangan yang bagus, mereka jadi tertarik. Bonusnya tentu badan ikut bergerak dan lebih sehat,” katanya.
Ia berharap Bhayangkara Run terus menjadi agenda tahunan dengan menghadirkan inovasi baru setiap penyelenggaraan.
“Aku lihat banyak orang pulang dengan wajah bahagia. Banyak yang duduk santai sambil pakai medali, kumpul sama teman dan keluarga. Menurutku event ini bukan cuma soal lari, tapi juga mempererat silaturahmi. Semoga tahun depan tetap ada dengan lebih banyak gebrakan lagi,” pungkasnya.

