Insitekaltim, Samarinda – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kalimantan Timur (Kaltim) membidik lahirnya atlet binaan daerah yang mampu menembus Pelatnas melalui penyelenggaraan lima seri Sirkuit Nasional (Sirnas) sepanjang 2026.
Kejuaraan tersebut dinilai menjadi strategi pembinaan jangka panjang untuk meningkatkan poin dan peringkat atlet di level nasional.

Sekretaris Umum Pengprov PBSI Kaltim Risa Fahrizal mengatakan, Sirnas memiliki peran penting dalam pembinaan atlet, karena diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan menjadi ajang pengumpulan poin serta peringkat nasional.
“Kalau Sirnas ini lebih ke pembinaan. Kita melihatnya jauh lebih panjang karena yang mengikuti bukan hanya Kaltim, tapi seluruh Indonesia. Itu memiliki poin dan ranking,” ujarnya di Samarinda, Jumat, 24 Juli 2026.
Risa mengungkapkan, Kaltim tahun ini mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah lima seri Sirnas, terdiri dari empat seri Sirnas C dan satu seri Sirnas B. Lima turnamen tersebut yakni Bupati Kutai Timur Open (Sirnas C), HYDROPLUS Sirnas B Kaltim di Samarinda, Pupuk Kaltim Open (Sirnas C) di Bontang, Bayan Open (Sirnas C) di Balikpapan, serta Paser Open (Sirnas C) yang dijadwalkan berlangsung setelah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Menurutnya, dampak penyelenggaraan Sirnas mulai terlihat. Pada Sirnas C terakhir, sejumlah atlet usia dini dan kelompok pemula asal Kaltim berhasil menembus 20 besar peringkat nasional.
“Alhamdulillah dari Sirnas C yang berjalan terakhir, untuk usia dini, anak-anak pemula kita di 20 besar sudah mulai muncul nama-nama pemain Kaltim. Artinya secara ranking nasional anak-anak Kaltim sudah mulai bermunculan,” ungkapnya.
Ia berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan sehingga pada masa mendatang atlet binaan Kaltim memiliki peluang lebih besar lolos seleksi nasional hingga bergabung ke Pelatnas.
“Kalau ini terus kita pertahankan di tahun-tahun berikutnya, tidak menutup kemungkinan saat seleknas nanti ada atlet binaan Kaltim yang benar-benar tembus ke Pelatnas,” yakinnya.
Selama ini, banyak atlet Kaltim harus bergabung dengan klub-klub di Pulau Jawa sebelum memiliki kesempatan masuk Pelatnas. Kondisi tersebut dipengaruhi keterbatasan poin dan peringkat yang hanya bisa dikumpulkan melalui kejuaraan sirkuit nasional.
“Selama ini anak-anak Kaltim harus gabung ke klub Jawa dulu baru bisa masuk Pelatnas, karena memang kendalanya poin dan ranking. Poin dan ranking itu didapat dari kejuaraan sirkuit,” jelasnya.
Karena itu, Pengprov PBSI Kaltim menggandeng pemerintah kabupaten/kota serta pihak swasta untuk menghadirkan lebih banyak kejuaraan nasional di daerah.
Sementara itu, persiapan Bayan Open (Sirnas C) yang akan digelar di Balikpapan pada 25–29 Agustus 2026 telah mencapai 100 persen. Pendaftaran peserta telah dibuka melalui Sistem Informasi PBSI dan sejumlah klub besar dari berbagai daerah dipastikan ambil bagian dalam turnamen tersebut.
“Alhamdulillah untuk Bayan Open pendaftaran sudah kita buka. Persiapan sudah 100 persen, tinggal pelaksanaan bulan Agustus. Klub-klub besar juga ikut,” tutupnya.

