Insitekaltim, Samarinda – Untuk keikutsertaan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 di Kabupaten Paser, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Samarinda berharap, dukungan anggaran paling lambat sudah direalisir Agustus mendatang.
Kepastian pendanaan penting, agar persiapan kontingen berjalan optimal menjelang pelaksanaan Porprov pada November 2026.
“Idealnya selambat-lambatnya di bulan Agustus. Tapi apakah itu memungkinkan atau tidak, itu kembali kepada pihak-pihak yang terkait. Kami hanya menyampaikan kebutuhan ideal,” ujar Bendahara KONI Samarinda Nur Zaid, di Samarinda, Senin, 20 Juli 2026.
Ia menjelaskan, sejak akhir 2023 KONI Samarinda telah menyampaikan program kerja, termasuk kebutuhan anggaran menghadapi Porprov 2026. Usulan tersebut kembali diperkuat, dalam rapat kerja yang digelar beberapa waktu lalu.
Meski demikian, Nur Zaid menegaskan, besaran anggaran yang diajukan masih berupa usulan. Penentuan nilai akhir maupun waktu pencairan, sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Kota Samarinda melalui mekanisme penganggaran.
“Kami sudah menyampaikan idealnya kapan, tetapi terpulang lagi kepada pihak-pihak yang terkait, khususnya Pemerintah Kota Samarinda,” katanya.
Menurutnya, nilai usulan sekitar Rp10 miliar merupakan asumsi apabila Samarinda mengirim sekitar 1.700 atlet.
Jumlah tersebut masih bisa berubah karena bergantung pada nomor pertandingan yang nantinya ditetapkan Panitia Besar (PB) Porprov bersama KONI Kaltim.
“Kami tidak bisa memaksakan harus segitu. Itu hanya pengajuan berdasarkan beberapa asumsi. Nanti finalnya tergantung jumlah cabang olahraga dan nomor tanding yang dipertandingkan,” jelasnya.
Nur Zaid menambahkan, KONI juga akan memprioritaskan cabang olahraga yang memiliki peluang besar meraih medali sehingga jumlah atlet yang diberangkatkan akan disesuaikan dengan strategi tersebut.
Sementara itu, jadwal keberangkatan kontingen Samarinda juga masih menunggu kepastian nomor pertandingan dan kalender resmi dari PB Porprov. Setelah nomor tanding ditetapkan, KONI baru akan memfinalisasi jumlah atlet yang diberangkatkan.
Meski kepastian tersebut belum keluar, Nur Zaid memastikan para atlet tetap menjalani latihan secara mandiri di masing-masing cabang olahraga.
“Kami harus mengapresiasi kesiapan seluruh cabang olahraga. Secara mandiri, mereka sudah melakukan persiapan karena sudah memahami bagaimana menghadapi Porprov,” pungkasnya.

