Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Banjir Kampung Jawa Belum Tuntas, Jasno Desak Drainase Pasundan Dilanjutkan

    Agustus 28, 2026

    Terowongan Rampung Tapi Belum Dibuka, Jasno Soroti Izin Kementerian

    Agustus 28, 2026

    AI Makin Canggih, Dosen Polnes Ingatkan Mahasiswa TI Jangan Kehilangan Kemampuan Berpikir

    Agustus 28, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Pasar Pagi Usai Revitalisasi Sepi Pembeli, Akses dan Tata Letak Jadi Sorotan
    Ekonomi

    Pasar Pagi Usai Revitalisasi Sepi Pembeli, Akses dan Tata Letak Jadi Sorotan

    IraBy IraJuni 20, 2026Updated:Juli 5, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Tampak depan Pasar Pagi Samarinda (Insitekaltim/Nur)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Sejumlah pedagang mengeluh, revitalisasi Pasar Pagi Samarinda, dengan konstruksi tanpa eskalator dan lift yang menelan anggaran sekitar Rp600 miliar belum memberikan akses bagi penjual maupun pembeli.

    “Belum memberikan angin segar, bagi para pedagang. Karena konsumen enggan menggunakan tangga manual, kelantai yang ditempati pedagang,” ungkap Haji Surati (68 th) pedagang sembako yang ditemui Insitekaltim, di Pasar Pagi, Sabtu, 20 Juni 2026.

    Teks: Suasana jual beli di lantai 2 Pasar Pagi Samarinda (Insitekaltim/Ira)

    Ia dan Sejumlah pedagang mengaku, jumlah pembeli menurun dibandingkan sebelum pasar direvitalisasi. Terutama bagi mereka, yang menempati kios di lantai atas.

    Menurut H Surati, kondisi pasar saat ini jauh lebih sepi dibandingkan pasar lama. Akses menuju lantai dua dan lantai atas, menjadi salah satu penyebab berkurangnya jumlah pengunjung.

    “Konsumen mengeluh karena harus naik tangga. Tangga ke atas itu banyak, sekitar 30 sampai 35 anak tangga. Kalau yang sudah sepuh tentu berat,” ujarnya.

    Pedagang yang telah berjualan selama 45 tahun di Pasar Pagi itu mengaku, kerap tidak mendapatkan pembeli sejak pagi hingga siang hari.

    Menurutnya, tata letak kios di lantai dua juga kurang mendukung pergerakan pengunjung. Karena minim akses, penghubung antarblok.

    “Kalau pasar lama ramai, lorongnya banyak. Orang bisa jalan ke sana-sini. Sekarang hanya satu lorong panjang, jadi kios yang di bagian dalam jarang dilihat pembeli,” katanya.

    Ia juga menilai, aktivitas perdagangan di lantai dua belum bisa tumbuh optimal. Karena sejumlah sektor penting seperti pedagang sayur, ikan, dan daging belum seluruhnya menempati area pasar baru.

    “Kalau sembako itu saling mendukung dengan pedagang sayur, ikan, dan daging. Kalau mereka belum masuk semua, tentu pengunjung juga berkurang,” ujarnya.

    Masalah kebersihan pasca revitalisasi, ia menilai Pasar Pagi terasa lebih nyaman dan bersih.

    Karenanya H Surati, tetap memilih bertahan sambil menunggu pasar diresmikan secara penuh oleh Pemerintah Kota Samarinda.

    “Yang penting sehat dulu. Kita syukuri saja sambil menunggu nanti bagaimana kebijakan pemerintah,” katanya.

    Keluhan serupa disampaikan Barsiah, pedagang pakaian yang telah berjualan sejak 1986.

    Namun menurutnya, kondisi sepi tidak hanya terjadi di Pasar Pagi, melainkan hampir di seluruh pasar tradisional akibat melemahnya daya beli masyarakat.

    “Kalau tempatnya tentu lebih nyaman sekarang. Bangunannya bagus, bersih. Cuma memang pasarnya lagi sepi. Bukan Pasar Pagi saja, hampir semua pasar juga begitu,” ujarnya.

    Barsiah yang memiliki 12 kios di beberapa lantai mengaku tetap memperoleh pembeli setiap hari, meski jumlahnya tidak sebanyak sebelum revitalisasi.

    “Dapat pembeli tetap ada, alhamdulillah. Memang tidak seramai dulu, tapi masih jalan,” katanya.

    Ia mengakui, kios yang berada di area pojok lantai enam menjadi lokasi paling sepi karena minim dilalui pengunjung.

    “Kalau yang di lantai enam paling ujung itu memang sering tidak dapat pelaris. Kadang seminggu cuma dua atau tiga kali ada pembeli,” ungkapnya.

    Sebagai informasi, revitalisasi Pasar Pagi di Kota Samarinda menghabiskan total anggaran sekitar Rp468,5 miliar, yang terbagi atas Tahap I (fasad dan struktur) sekitar Rp290 miliar dan Tahap II (penyelesaian) sekitar Rp150 miliar.

    Selain itu, Pemkot Samarinda juga mengalokasikan tambahan anggaran Rp3 miliar untuk pemasangan penutup geser (sliding) guna mengatasi tempias air hujan di dalam bangunan pasar. Proyek tambahan tersebut saat ini masih dalam tahap lelang dan ditargetkan rampung pada Desember 2026.

    Gedung Pasar Pagi yang baru memiliki tujuh lantai utama dengan lantai dasar difungsikan sebagai area parkir. Meski menawarkan fasilitas yang lebih modern, sejumlah pedagang berharap penataan akses dan distribusi kios dapat dievaluasi agar aktivitas perdagangan kembali ramai seperti sebelum revitalisasi.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ira

    Related Posts

    Dishub Samarinda Finalisasi Parkir Berlangganan, Target Awal 300 Ribu Kendaraan

    Agustus 28, 2026

    UMKM Kaltim Butuh Modal dan Pelatihan, Mirni Dorong Solusi Lewat Koperasi

    Agustus 28, 2026

    RIPERDA Samarinda Dikaji Ulang, Draf Lama Dinilai Tak Lagi Relevan

    Agustus 27, 2026

    Mahakam Punya Potensi Wisata, Tapi Pengembangannya Tak Bisa Tanpa Modal Besar

    Agustus 27, 2026

    Amplang Tak Lagi Bulat, UMKM Samarinda Sulap Jadi Stik hingga Rasa Buah Naga

    Agustus 26, 2026

    UMKM Kaltim Raup Rp1,14 Miliar di KKI 2026, Empat Produk Tembus Pasar Internasional

    Agustus 25, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Banjir Kampung Jawa Belum Tuntas, Jasno Desak Drainase Pasundan Dilanjutkan

    Andika SaputraAgustus 28, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pembangunan drainase di kawasan Jalan Pasundan Kota Samarinda dinilai perlu dilanjutkan untuk…

    Terowongan Rampung Tapi Belum Dibuka, Jasno Soroti Izin Kementerian

    Agustus 28, 2026

    AI Makin Canggih, Dosen Polnes Ingatkan Mahasiswa TI Jangan Kehilangan Kemampuan Berpikir

    Agustus 28, 2026

    Bahaya Multitasking Berlebihan, Kognitif Menurun hingga Memori Cepat Lemot

    Agustus 28, 2026

    Dishub Samarinda Finalisasi Parkir Berlangganan, Target Awal 300 Ribu Kendaraan

    Agustus 28, 2026
    1 2 3 … 3,304 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.