Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    536 Pengendara Ditindak pada Hari Pertama Operasi Patuh Mahakam di Samarinda

    Oktober 26, 2026

    Konflik Lahan hingga Ketimpangan Harga TBS Bayangi Pekebun Sawit Kaltim

    Oktober 26, 2026

    Manfaatkan Transaksi MiChat, Tiga Pria Rampas Ponsel dan Uang Korban di Samarinda

    Oktober 26, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Belajar dari Polemik Guru, DPRD Dorong Penguatan Beasiswa Ikatan Dinas Medis Kaltim
    Pendidikan

    Belajar dari Polemik Guru, DPRD Dorong Penguatan Beasiswa Ikatan Dinas Medis Kaltim

    AminahBy AminahJuni 18, 2026Updated:Juli 5, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Syahariah Mas'ud (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Distribusi tenaga kerja yang timpang di wilayah pedalaman, perbatasan, dan daerah terpencil (3T) Kaltim ternyata tidak hanya mendera sektor pendidikan pada profesi guru. Sektor kesehatan pun menghadapi raport merah yang serupa.

    Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Syahariah Mas’ud mengungkap masalah pemenuhan tenaga kesehatan (nakes) di Benua Etam memiliki pola sosiologis yang nyaris kembar dengan persoalan guru, yakni persoalan distribusi SDM yang belum merata.

    Akibatnya, kualitas pelayanan yang diterima masyarakat sangat bergantung pada peta geografis tempat tinggal mereka.

    Guna menyelesaikan persoalan ini secara permanen, Syahariah menegaskan kunci utamanya berada pada hulu pertahanan daerah, yaitu sektor pendidikan dan penyiapan SDM lokal. Menurutnya, pemerintah daerah tidak bisa terus-menerus bergantung pada skema rekrutmen konvensional yang tidak mengikat.

    “Saya meyakini solusi jangka panjangnya adalah pembangunan kemandirian daerah dalam menyiapkan SDM kesehatan. Program beasiswa Ikatan Dinas bagi putra-putri daerah harus diperkuat, agar setelah lulus mereka dapat kembali dan wajib mengabdi di wilayah asalnya,” tegas Syahariah saat ditemui, Selasa, 16 Juni 2026.

    Melalui skema beasiswa pendidikan yang terarah, putra-putri asli pedalaman Kaltim diberi kesempatan mengakses pendidikan kedokteran dan spesialis, dengan komitmen hukum untuk pulang membangun kampung halaman pasca-kelulusan.

    Namun, investasi di sektor pendidikan tinggi saja dinilai belum cukup. Politisi faksi Karang Paci ini mengingatkan bahwa pemerintah daerah harus menghadirkan kebijakan afirmatif serta paket insentif yang logis dan memikat bagi para tenaga ahli.

    Ia mengkritik jika semangat pemerataan pelayanan kesehatan dari pemerintah hanya manis di atas kertas atau jargon seremonial semata, tanpa didukung oleh kebijakan anggaran yang akurat di lapangan.

    “Jangan sampai semangat pemerataan pelayanan kesehatan ini berhenti pada tataran slogan saja. Kita harus realistis. Mana ada tenaga medis ahli, seperti dokter spesialis jantung, spesialis kandungan, anak, hingga dokter gigi yang mau diarahkan ke pedalaman kalau tunjangannya tidak diperhatikan?” cecar Syahariah

    Bekerja di pedalaman yang jauh dari pusat kota memiliki konsekuensi logistik dan beban kerja yang tinggi. Oleh karena itu, besaran tunjangan khusus harus dihitung secara matang agar mampu menarik minat para dokter spesialis.

    Politisi Golkar menegaskan bahwa persoalan interkoneksi antara pembiayaan pendidikan (beasiswa) dan penempatan nakes ini akan menjadi pekerjaan rumah (PR) prioritas yang akan digodok dan dikembangkan lebih lanjut oleh Komisi IV DPRD Kaltim bersama mitra instansi pemerintah terkait.

    “Ini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan kami di Komisi IV. Bagaimana merumuskan formulasi anggaran dan kebijakan agar seluruh dokter medis mau masuk ke pedalaman. Karena kehadiran mereka adalah hak mendasar yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat kita di sana,” pungkasnya.

     




    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Dewan Pendidikan Kaltim Minta Dana BOSKIN Lebih Berdampak pada Mutu Lulusan

    Oktober 22, 2026

    90,20 Persen Seragam Gratis Kaltim Tersalurkan, Puluhan Ribu Paket Masih dalam Distribusi

    Oktober 22, 2026

    IKIP PGRI Kaltim Siapkan S2 Pendidikan Olahraga, Bidik Mahasiswa dari Berbagai Daerah

    Oktober 21, 2026

    Wagub Kaltim Dorong Lulusan Sarjana Lanjut S2, Manfaatkan Program Gratispol

    Oktober 21, 2026

    Disdikbud Kaltim Siapkan PJJ Lagi Jika Asap Karhutla Memburuk, Kutim dan Berau Masih Belajar dari Rumah

    Oktober 21, 2026

    PP PAUD Kaltim Dorong Deteksi Dini Perkembangan Anak Lewat Pelatihan Asesmen

    Oktober 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    536 Pengendara Ditindak pada Hari Pertama Operasi Patuh Mahakam di Samarinda

    AminahOktober 26, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Sebanyak 536 pengendara tercatat mendapat penindakan pada hari pertama Operasi Patuh Mahakam…

    Konflik Lahan hingga Ketimpangan Harga TBS Bayangi Pekebun Sawit Kaltim

    Oktober 26, 2026

    Manfaatkan Transaksi MiChat, Tiga Pria Rampas Ponsel dan Uang Korban di Samarinda

    Oktober 26, 2026

    Sawit Topang Ekonomi Kaltim, Kebun Rakyat Baru 233 Ribu Hektare dari Total 1,4 Juta

    Oktober 26, 2026

    Orado Samarinda Jajaki Peluang Tembus Kompetisi Olahraga Tingkat Daerah

    Oktober 26, 2026
    1 2 3 … 3,408 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.