Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Soft Launch Relationship, Cara Anak Muda Menjaga Privasi di Media Sosial

    July 25, 2026

    Lewat Drag Bike, Seno Aji Ingin Balap Liar Beralih ke Lintasan Resmi

    July 25, 2026

    Kubar Kurang 49 Guru PAI, DPRD Minta Kejelasan Kewenangan

    July 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Ekonomi»Pasca Iduladha, Harga Minyak Goreng dan Bawang Naik, Telur Justru Turun di Pasar Segiri
    Ekonomi

    Pasca Iduladha, Harga Minyak Goreng dan Bawang Naik, Telur Justru Turun di Pasar Segiri

    Nur AjijahBy Nur AjijahJune 8, 2026Updated:July 2, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Lapak penjual bawang dan minyak di Pasar Segiri (Insitekaltim/Ira)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Harga minyak goreng dan bawang, pasca Iduladha terpantau mengalami kenaikan. Sementara telur justru turun harga, dibeberapa pekan ini.

    Pantauan Insitekaltim.com di Pasar Segiri, Senin, 8 Juni 2026 menemukan sejumlah harga kebutuhan pokok mengalami perubahan pasca-Iduladha 2026.

    Teks: Kios pedagang telur di Pasar Segiri Samarinda (Insitekaltim/Ira)

    Harga minyak goreng dan bawang, terpantau mengalami kenaikan. Sementara harga telur ayam, justru mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir.

    April (18), salah seorang pedagang sembako di Pasar Segiri, mengatakan, kenaikan harga paling terasa terjadi pada komoditas minyak goreng kemasan.

    Menurutnya, harga sejumlah merek minyak goreng telah naik sekitar Rp5.000 per liter dibandingkan dua bulan lalu.

    Untuk merek Rose Brand, misalnya, harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp20.000 per liter kini naik menjadi Rp25.000 per liter.

    Sementara minyak goreng merek Minyak Kita, yang sebelumnya dijual sekitar Rp18.000 per liter kini mencapai Rp23.000 per liter.

    “Sudah sekitar dua bulan terakhir naik. Kalau stok sih masih lancar, tidak ada kendala pasokan,” ujarnya ditemui di lapaknya, Senin, 8 Juni 2026.

    Meski harga mengalami kenaikan, ia mengaku, daya beli masyarakat masih relatif normal dan Minyak Kita tetap menjadi produk yang paling banyak dicari pembeli.

    Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas bawang. Pedagang bawang di Pasar Segiri, Adi (30), mengatakan harga bawang merah dan bawang putih mengalami lonjakan dalam beberapa hari terakhir.

    Menurutnya, bawang merah yang sebelumnya dijual sekitar Rp55.000 per kilogram kini mencapai Rp70.000 per kilogram. Sementara harga bawang putih eceran naik dari sekitar Rp30.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.

    “Naiknya baru-baru ini. Dari sananya memang sudah naik, bukan karena kami cari untung lebih,” katanya.

    Adi menduga, kenaikan harga dipengaruhi beberapa faktor. Mulai dari pasokan yang berkurang, hingga kondisi cuaca yang memengaruhi hasil panen.

    Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah juga dinilai turut memberikan dampak terhadap harga komoditas.

    “Curah hujan yang terus-menerus bisa memengaruhi hasil panen bawang. Rupiah yang melemah juga bisa berpengaruh,” ujarnya.

    Berbeda dengan minyak goreng dan bawang, harga telur ayam justru mengalami penurunan. Pedagang telur di Pasar Segiri, Alvin (22), mengatakan harga telur saat ini berkisar Rp48.000 hingga Rp53.000 per piring, turun dari sebelumnya yang sempat mencapai Rp55.000 per piring.

    “Sudah turun sekitar sembilan hari terakhir. Kalau telur bebek masih sekitar Rp75.000 per piring,” katanya.

    Alvin mengaku, pasokan telur yang berasal dari Sulawesi masih berjalan lancar. Meski harga turun, ia menilai tingkat pembelian masyarakat masih relatif normal dan belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.

    “Pembelinya biasa saja, tidak ada perubahan yang terlalu besar,” ujarnya.

    Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya fluktuasi harga sejumlah bahan pokok di Pasar Segiri.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nur Ajijah

    Related Posts

    Genjot Pertumbuhan UMKM, DPPKUKM Kaltim Cetak 50 Wirausaha Baru Tahun Ini

    July 25, 2026

    PHK Sektor Tambang Bertambah, 560 Warga Samarinda Ajukan Kartu Pencari Kerja

    July 24, 2026

    BAZNAS Kaltim Targetkan Mustahik Jadi Muzaki Lewat Program Z-Chicken

    July 24, 2026

    Gunakan Pendekatan Persuasif, BPS Samarinda Tingkatkan Akurasi Sensus Ekonomi

    July 24, 2026

    Sensus Ekonomi Samarinda Capai 57 Persen, BPS Hadapi Tantangan Kepercayaan Masyarakat

    July 23, 2026

    Pemkot Dorong Urban Farming sebagai Strategi Jangka Panjang Kendalikan Inflasi

    July 23, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Soft Launch Relationship, Cara Anak Muda Menjaga Privasi di Media Sosial

    R’syaJuly 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah kemudahan membagikan berbagai momen kehidupan melalui media sosial, sebagian anak…

    Lewat Drag Bike, Seno Aji Ingin Balap Liar Beralih ke Lintasan Resmi

    July 25, 2026

    Kubar Kurang 49 Guru PAI, DPRD Minta Kejelasan Kewenangan

    July 25, 2026

    Genjot Pertumbuhan UMKM, DPPKUKM Kaltim Cetak 50 Wirausaha Baru Tahun Ini

    July 25, 2026

    Kasus Tertinggalnya Kawat Medis Pada Pasien, Dinkes Dorong Perbaikan Tata Kelola Pelayanan

    July 25, 2026
    1 2 3 … 3,239 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.