Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    536 Pengendara Ditindak pada Hari Pertama Operasi Patuh Mahakam di Samarinda

    Oktober 26, 2026

    Konflik Lahan hingga Ketimpangan Harga TBS Bayangi Pekebun Sawit Kaltim

    Oktober 26, 2026

    Manfaatkan Transaksi MiChat, Tiga Pria Rampas Ponsel dan Uang Korban di Samarinda

    Oktober 26, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Guru PPPK Kaltim Adukan Penempatan Jauh dari Keluarga hingga Sulit Dapat Sertifikasi
    Pendidikan

    Guru PPPK Kaltim Adukan Penempatan Jauh dari Keluarga hingga Sulit Dapat Sertifikasi

    AminahBy AminahMei 28, 2026Updated:Juli 2, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Perwakilan guru PPPK Kaltim menyampaikan keluhan penempatan kerja yang jauh dari keluarga saat RDP bersama DPRD Kaltim, Selasa, 26/5/2026. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Jalan berlumpur, akses listrik terbatas, hingga sinyal telepon yang mengharuskan naik ke perbukitan menjadi bagian dari keseharian sebagian guru PPPK di Kaltim.

    Di tengah keterbatasan itu, mereka tetap bertahan mengajar sambil menunggu kepastian status kerja dan penempatan yang lebih manusiawi.

    Suasana itu mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat terkait perpanjangan Surat Keputusan (SK) PPPK Dikmen Kaltim, Selasa, 26 Mei 2026. Sejumlah guru menyampaikan langsung keluhan mereka, mulai dari penempatan yang jauh dari keluarga hingga tugas mengajar yang tidak sesuai kompetensi.

    Sekretaris Ikatan Pendidik Nusantara (IPN) Kaltim Isnawati menjadi salah satu guru yang menyuarakan persoalan tersebut. Ia mengungkapkan banyak guru PPPK ditempatkan di wilayah yang tidak sesuai domisili maupun latar belakang pendidikan.

    “Ada guru Bahasa Jepang ditempatkan di Berau, tapi malah mengajar sejarah. Akibatnya dia tidak bisa mendapat tunjangan sertifikasi karena tidak ada jam pelajaran sesuai ijazahnya,” ujar Isnawati.

    Kondisi itu bukan hanya berdampak terhadap kesejahteraan guru, tetapi juga kualitas pembelajaran di sekolah. Pemerintah diminta melakukan penataan ulang penempatan guru PPPK agar lebih memperhatikan kebutuhan sekolah dan kompetensi tenaga pendidik.

    “Kami berharap mutasi atau relokasi bisa disesuaikan dengan domisili dan kompetensi guru. Banyak teman-teman kami yang keluarganya terpisah karena penempatan,” katanya.

    Isnawati juga menceritakan pengalaman pribadinya selama bertugas di daerah terpencil. Akses menuju sekolah, kata dia, hanya berupa jalan setapak yang sulit dilalui ketika hujan turun.

    “Saya ditempatkan di daerah yang jalannya hanya setapak. Kalau hujan tidak bisa dilewati. Saya sudah jatuh berkali-kali,” tuturnya.

    Di sisi lain, ia harus rutin kembali ke Samarinda untuk merawat ibunya yang sakit sekaligus membawa anaknya menjalani pemeriksaan kesehatan.

    “Anak saya ada cairan di paru-paru dan harus rutin kontrol. Tapi saya tetap harus kembali mengajar di daerah penempatan,” ujarnya.

    Persoalan serupa dialami suaminya yang juga berstatus guru PPPK. Sang suami ditempatkan di wilayah tanpa jaringan komunikasi dan akses listrik yang memadai.

    “Kalau suami saya mau telepon harus naik gunung dulu karena tidak ada sinyal. Listrik juga hanya menyala malam hari,” katanya.

    Keluhan lain datang dari guru PPPK asal Balikpapan Heru Prayoga. Ia menilai persoalan kontrak dan penempatan guru PPPK harus segera dibenahi karena menyangkut keberlangsungan pendidikan di Kalimantan Timur.

    “Sekarang roda pendidikan ini ditopang sekitar 57 persen guru kontrak. Kalau status dan penempatannya terus bermasalah, bagaimana pendidikan mau berjalan maksimal?” ujar Heru.

    Ia juga mempertanyakan kebijakan kontrak lima tahunan yang dinilai tidak memiliki dasar pembatasan yang jelas dalam aturan pemerintah.

    “Di PP Nomor 49 Tahun 2018 disebut kontrak PPPK bisa diperpanjang sesuai kebutuhan dan penilaian kinerja. Sementara kebutuhan guru di Kaltim masih sangat kurang,” katanya.

    Bagi para guru PPPK, persoalan ini bukan sekadar administrasi kepegawaian. Mereka berharap pemerintah memberi kepastian kerja sekaligus penempatan yang lebih layak agar tenaga pendidik bisa fokus mengajar tanpa dihantui persoalan kontrak setiap tahun.

    “Guru seharusnya fokus mencerdaskan siswa, bukan terus memikirkan nasib kontrak dan penempatan,” pungkas Heru.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Dewan Pendidikan Kaltim Minta Dana BOSKIN Lebih Berdampak pada Mutu Lulusan

    Oktober 22, 2026

    90,20 Persen Seragam Gratis Kaltim Tersalurkan, Puluhan Ribu Paket Masih dalam Distribusi

    Oktober 22, 2026

    IKIP PGRI Kaltim Siapkan S2 Pendidikan Olahraga, Bidik Mahasiswa dari Berbagai Daerah

    Oktober 21, 2026

    Wagub Kaltim Dorong Lulusan Sarjana Lanjut S2, Manfaatkan Program Gratispol

    Oktober 21, 2026

    Disdikbud Kaltim Siapkan PJJ Lagi Jika Asap Karhutla Memburuk, Kutim dan Berau Masih Belajar dari Rumah

    Oktober 21, 2026

    PP PAUD Kaltim Dorong Deteksi Dini Perkembangan Anak Lewat Pelatihan Asesmen

    Oktober 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    536 Pengendara Ditindak pada Hari Pertama Operasi Patuh Mahakam di Samarinda

    AminahOktober 26, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Sebanyak 536 pengendara tercatat mendapat penindakan pada hari pertama Operasi Patuh Mahakam…

    Konflik Lahan hingga Ketimpangan Harga TBS Bayangi Pekebun Sawit Kaltim

    Oktober 26, 2026

    Manfaatkan Transaksi MiChat, Tiga Pria Rampas Ponsel dan Uang Korban di Samarinda

    Oktober 26, 2026

    Sawit Topang Ekonomi Kaltim, Kebun Rakyat Baru 233 Ribu Hektare dari Total 1,4 Juta

    Oktober 26, 2026

    Orado Samarinda Jajaki Peluang Tembus Kompetisi Olahraga Tingkat Daerah

    Oktober 26, 2026
    1 2 3 … 3,408 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.