Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menegaskan pentingnya peran strategis Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di tengah ketidakpastian global.
Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda M Fachri Anshari dalam Musyawarah Daerah (Musda) VIII Kadin Kota Samarinda tahun 2026, Sabtu, 2 Mei 2026.
Dalam sambutannya, Fachri menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musda tersebut. Ia menilai forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan dunia usaha.
“Atas nama Pemkot Samarinda, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pelaksanaan Musda Kadin ini. Kadin merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Menurutnya, di tengah tantangan ekonomi global dan geopolitik yang tidak menentu, peran Kadin menjadi semakin krusial. Tidak hanya sebagai wadah pengusaha, tetapi juga sebagai penggerak dalam pembinaan UMKM, penciptaan lapangan kerja, serta pembentukan iklim investasi yang kondusif di daerah.
Fachri menambahkan, Pemkot Samarinda saat ini terus berkomitmen mempercepat pembangunan infrastruktur serta menyederhanakan proses perizinan. Langkah tersebut sejalan dengan visi menjadikan Samarinda sebagai kota perdagangan dan jasa yang berkelanjutan.
“Kami berharap melalui Musda ini lahir program kerja yang inovatif serta kepengurusan yang solid, yang mampu mendukung visi pembangunan Kota Samarinda,” katanya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan Kadin dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, khususnya dalam pengendalian inflasi.
Ia mengungkapkan bahwa pemkot secara rutin mengikuti rapat koordinasi bersama Kementerian Dalam Negeri setiap pekan untuk memantau perkembangan inflasi.
“Setiap hari Senin kami mengikuti rapat dengan Kemendagri untuk membahas inflasi. Ini penting karena kita harus menjaga stabilitas harga di daerah,” jelasnya.
Fachri mengungkapkan bahwa Kota Samarinda masih sangat bergantung pada pasokan bahan pokok dari luar daerah, bahkan mencapai 80 hingga 90 persen. Kondisi ini menjadikan Samarinda sebagai daerah penampung distribusi, sehingga rentan terhadap fluktuasi harga.
“Kebutuhan pokok kita sebagian besar didatangkan dari luar, terutama dari Surabaya. Ini tentu menjadi tantangan sekaligus peluang,” ungkapnya.
Melihat kondisi tersebut, ia mendorong para pelaku usaha yang tergabung dalam Kadin untuk mulai melirik sektor logistik sebagai peluang bisnis yang potensial. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha dalam distribusi barang dapat membantu memperkuat ketahanan ekonomi daerah sekaligus menekan laju inflasi.
“Ini peluang besar bagi anggota Kadin untuk terlibat di sektor logistik. Selain menguntungkan secara bisnis, juga bisa membantu stabilitas ekonomi daerah,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Fachri menegaskan kesiapan pemerintah untuk terus berkoordinasi dengan Kadin dalam berbagai upaya pembangunan ekonomi.
“Kami siap berkolaborasi dan berterima kasih atas kontribusi Kadin selama ini, termasuk dalam pengendalian inflasi di Kota Samarinda,” pungkasnya.

