Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Aris Soroti Dampak Aturan Antrean BBM Subsidi terhadap Penghasilan Sopir

    Agustus 25, 2026

    Dishub Samarinda Tegaskan Antrean BBM Subsidi Tak Boleh Jadi Celah Pungli

    Agustus 25, 2026

    Kaltim Ubah Potensi Alam Jadi Sumber Dana Konservasi

    Agustus 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Tragis di Balik Magang: Siswa di Samarinda Meninggal Mendadak Usai Keluhkan Sepatu Sempit
    Samarinda

    Tragis di Balik Magang: Siswa di Samarinda Meninggal Mendadak Usai Keluhkan Sepatu Sempit

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaMei 1, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ibu dari korban, Ratnasari, saat ditemui awak media di kediamannya (Insitekaltim, Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Seorang siswa magang bernama Mandala meninggal dunia secara mendadak pada Kamis dini hari, 24 April 2026. Sebelum meninggal, korban sempat mengeluhkan sakit pada bagian kaki yang diduga akibat penggunaan sepatu yang terlalu sempit.

    Ibu korban, Ratnasari menceritakan bahwa keluhan tersebut sudah dirasakan sejak awal masa magang. Dalam dua hari pertama, Mandala mengaku kakinya sakit, namun tetap dipaksakan untuk beraktivitas.

    “Awalnya dia bilang kakinya sakit, tapi dibiarkan saja. Sampai setengah bulan kemudian baru dia jujur kalau sepatunya kekecilan,” ungkap Ratnasari saat diwawancarai pada Kamis, 30 April 2026.

    Meski merasakan nyeri saat berjalan, korban tetap menjalani aktivitas seperti biasa. Bahkan, ia sempat meminta ibunya untuk mencarikan bantalan agar kakinya lebih nyaman saat menggunakan sepatu.

    Kondisi korban mulai memburuk pada Selasa, ketika rasa sakit semakin intens. Keesokan harinya, kaki korban dilaporkan mulai mengalami pembengkakan di bagian punggung kaki. Setelah mendapatkan penanganan berupa suntikan, kondisi tersebut sempat membaik.

    Pada Kamis pagi, Mandala bahkan terlihat kembali beraktivitas normal. Ia sempat membantu pekerjaan rumah dan menunjukkan nafsu makan yang meningkat drastis.

    “Dia makan banyak sekali, tidak seperti biasanya. Saya sampai kaget karena biasanya makannya sedikit,” kata Ratnasari.

    Namun, pada malam harinya, korban meminta untuk beristirahat lebih awal. Sebelum tidur, ia sempat menyampaikan pesan kepada ibunya.

    “Dia bilang, ‘Mak, kalau Mandala nanti tidak ada, mama harus kuat, jaga kakak dan adik,’” tuturnya.

    Ratnasari mengaku tidak menaruh kecurigaan karena mengira anaknya hanya kelelahan. Namun saat ia terbangun sekitar pukul 01.00 dini hari, Mandala sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

    “Saya kira dia tidur seperti biasa. Tapi pas saya pegang, ternyata sudah tidak ada,” ujarnya.

    Di tengah duka, Ratnasari juga mengungkapkan kendala yang dihadapi saat hendak mengurus jenazah. Ia mengaku sempat meminta bantuan kepada Ketua RT setempat untuk peminjaman ambulans, namun tidak dapat dipenuhi karena keterbatasan administrasi dan biaya.

    “Katanya harus ikut rukun kematian, semua serba uang. Disarankan cari relawan saja,” jelasnya.

    Beruntung, pihak sekolah tempat korban menempuh pendidikan turut membantu proses penanganan jenazah. Seorang guru bernama Rahmat disebut memberikan bantuan mulai dari ambulans hingga proses pemakaman.

    “Alhamdulillah, dari pihak sekolah banyak membantu, mulai dari ambulans sampai pemakaman,” tambah Ratnasari.

    Peristiwa ini menyisakan duka mendalam sekaligus menjadi perhatian terkait kondisi kesehatan siswa selama menjalani kegiatan magang, serta akses layanan darurat bagi masyarakat kurang mampu.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Sungai Mahakam Hadapi Masalah Alur hingga Tata Kelola, Pengelolaan Terpadu Dinilai Mendesak

    Agustus 7, 2026

    150 Anak Jadi Tersangka Narkoba dalam 10 Bulan, BNN Dorong Penguatan Rehabilitasi

    Juli 20, 2026

    Rooftop Pasar Pagi Bakal Jadi Kafe Panorama Sungai Mahakam

    Juli 19, 2026

    42 Calon Paskibraka Samarinda Digembleng Disiplin, Integritas, dan Jiwa Bela Negara

    Juli 17, 2026

    Kemiskinan Samarinda Turun, Serapan Anggaran Dinsos Baru 31 Persen

    Juli 15, 2026

    BUMRT Bakal Kelola Kandang Anti Bau, Varia Niaga Siapkan Model Bisnis dan Pendampingan

    Juli 14, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Aris Soroti Dampak Aturan Antrean BBM Subsidi terhadap Penghasilan Sopir

    Andika SaputraAgustus 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Aris Mulyanata…

    Dishub Samarinda Tegaskan Antrean BBM Subsidi Tak Boleh Jadi Celah Pungli

    Agustus 25, 2026

    Kaltim Ubah Potensi Alam Jadi Sumber Dana Konservasi

    Agustus 25, 2026

    Prabowo Respons Kebutuhan Sumsel, 500 Sumur Bor dan APD Disiapkan

    Agustus 25, 2026

    Dermaga Harapan Baru Diproyeksikan Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

    Agustus 25, 2026
    1 2 3 … 3,297 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.