Insitekaltim, Samarinda – Ketua Ikatan Keluarga Muslim Toraja (IKMT) menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam pembangunan Kalimantan Timur (Kaltim), sekaligus menyoroti pentingnya akses masyarakat terhadap fasilitas pemerintah.

Hal ini disampaikan Ketua IKMT Saparuddin Pabonglean dalam kegiatan silaturahmi IKMT yang digelar di Gedung Olah Bebaya Komplek Kantor Gubernur Kaltim pada Minggu, 29 Maret 2026.
“Kami memastikan bahwa Ikatan Keluarga Muslim Toraja ini bukan sebatas mementingkan diri sendiri, tapi bagian tak terpisahkan dari masyarakat Kalimantan Timur dari berbagai latar belakang,” ujar Saparuddin.
Saparuddin mengangkat nilai-nilai kebersamaan seperti Siangkaran (saling tolong-menolong) dan Sipakaboro (saling menyayangi), ia menegaskan pentingnya persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia bahkan juga mengutip salah satu ayat Al-Qur’an sebagai landasan persatuan. “Berpegang teguhlah kamu kepada tali agama Allah dan janganlah bercerai-berai,” ucapnya.
Menurutnya, seluruh anggota IKMT memiliki potensi besar untuk berkontribusi, mulai dari kalangan akademisi hingga profesional di berbagai sektor.
“Kalau ini kita kelola dan organisir dengan baik, maka kontribusinya akan nampak manfaatnya, baik untuk masyarakat Toraja, Sulawesi Selatan, maupun untuk Kaltim,” katanya.
Selain hal itu, Saparuddin juga menyoroti pengalaman panitia dalam mencari lokasi kegiatan yang dinilai sangat cukup sulit dan harga yang terjangkau mahal. Ia menyebut biaya sewa sejumlah gedung cukup tinggi, sehingga menjadi kendala bagi kegiatan sosial keagamaan.
Ia mengungkapkan, sempat menghubungi Gubernur Kaltim untuk meminta arahan terkait penggunaan fasilitas pemerintah.
“Saya langsung menyampaikan ke Pak Gubernur karena panitia sudah tidak memiliki opsi lagi. Alhamdulillahnya, hanya dalam beberapa menit beliau merespons dan meminta surat permohonan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, setelah itu, panitia akhirnya mendapatkan izin menggunakan gedung pemerintah untuk ber kegiatan Halal bi Halal tersebut.
“Besoknya kami dihubungi dan disampaikan bahwa gedung bisa digunakan sesuai arahan pimpinan. Kami sangat berterima kasih,” lanjutnya.
Hal ini menunjukkan pentingnya keterbukaan akses pemerintah kepada masyarakat, khususnya untuk kegiatan positif.
“Kalau gedung dibangun dari uang rakyat, maka sepanjang untuk kegiatan positif dan tidak mengganggu pemerintahan, seharusnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan tersebut juga menjadi ajang mempererat silaturahmi warga Muslim Toraja yang tersebar di berbagai daerah di Kaltim, seperti Samarinda, Balikpapan, Bontang, Muara Wahau, hingga Samboja.
Saparuddin menyebut, saat ini anggota IKMT terus bertambah dan telah mencapai ratusan kepala keluarga, dengan potensi sumber daya manusia yang dinilai cukup besar.
Ia berharap organisasi ini ke depan dapat terstruktur lebih baik dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Kami berharap ini menjadi media silaturahmi yang kuat dan mampu memberikan kontribusi terbaik untuk Kalimantan Timur yang lebih baik ke depan,” pungkasnya.
