Insitekaltim, Samarinda – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang dipicu oleh kelalaian dalam penggunaan instalasi listrik dan peralatan rumah tangga.
Kepala Disdamkar Kota Samarinda Hendra mengatakan, sebagian besar kebakaran di kawasan permukiman disebabkan oleh korsleting listrik yang sebenarnya dapat dicegah sejak dini.
“Masyarakat harus lebih waspada dan peduli. Banyak kebakaran terjadi akibat arus pendek listrik, jadi penggunaan colokan jangan berlebihan dan jangan ditinggalkan saat bepergian jauh,” ujarnya, Selasa 24 Maret 2026.
Ia menjelaskan, penggunaan colokan listrik bertumpuk serta instalasi kabel yang tidak tertata dengan baik menjadi faktor utama penyebab korsleting. Karena itu, warga diminta rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing.
“Instalasi listrik sebaiknya dicek secara berkala, minimal lima tahun sekali. Jika ada kabel yang rusak atau digigit tikus, harus segera diganti,” jelasnya.
Selain instalasi listrik, penggunaan kompor gas juga tak luput dari perhatian. Hendra mengingatkan masyarakat untuk memastikan kondisi selang dan regulator gas tetap dalam keadaan baik guna mencegah kebocoran.
“Selang kompor harus dipastikan tidak bocor atau retak. Penempatan kompor juga jangan dekat dengan bahan yang mudah terbakar, seperti dinding kayu,” katanya.
Sebagai langkah pencegahan, Disdamkar Samarinda juga mendorong setiap rumah tangga untuk memiliki alat pemadam api ringan (APAR). Keberadaan APAR dinilai penting untuk mengantisipasi kebakaran sejak dini sebelum api membesar.
“Satu rumah sebaiknya memiliki APAR. Ini bentuk investasi untuk keselamatan, karena kerugian akibat kebakaran bisa jauh lebih besar,” tegas Hendra.
Ia menambahkan, peningkatan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalisir risiko kebakaran yang dapat merugikan banyak pihak.
Di sisi lain, Hendra menilai respons masyarakat terhadap layanan Disdamkar selama ini cukup positif. Warga dinilai merasa terbantu dengan kehadiran petugas dalam berbagai situasi darurat.
“Masyarakat merasa terbantu, dan itu menjadi semangat bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik,” pungkasnya.
