Insitekaltim, Samarinda – Destinasi wisata Emastry Park di Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, mulai dipadati pengunjung pasca Lebaran 2026. Keindahan alam yang masih asri di tengah kawasan hutan menjadi daya tarik utama, meski sejumlah pengunjung mengeluhkan akses menuju lokasi.

Salah satu pengunjung asal Samarinda, Ani mengaku terkesan dengan konsep wisata alam yang ditawarkan. Menurutnya, suasana sejuk dan rindangnya pepohonan memberikan pengalaman berbeda dibandingkan tempat wisata lainnya.
“Tempatnya bagus, adem karena banyak pohon. Cocok untuk yang suka suasana alam,” ujarnya, Minggu, 22 Maret 2026.
Namun demikian, ia menyoroti kondisi akses jalan yang dinilai cukup menantang. Jalur menuju lokasi disebut curam sehingga pengunjung, terutama pengguna sepeda motor, harus ekstra berhati-hati.
“Jalannya curam dan cukup ekstrem. Harapannya bisa diratakan atau dibuat alternatif jalan lain agar lebih aman,” katanya.
Selain akses jalan, Ani juga mengeluhkan penataan area parkir yang dinilai masih belum rapi dan kurang nyaman bagi pengunjung. Ia berharap pengelola dapat melakukan pembenahan fasilitas tersebut ke depan.
Dari sisi wahana, ia menilai fasilitas yang tersedia sudah cukup beragam, meski masih memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut.
“Untuk saat ini cukup puas, tapi mungkin bisa ditambah lagi wahananya,” tambahnya.
Menanggapi hal itu, pihak pengelola Emastry Park, Rafika, menyampaikan bahwa manajemen terbuka terhadap berbagai masukan, khususnya terkait perbaikan akses jalan.
“Kami memahami keluhan pengunjung, terutama soal jalan yang curam. Hal ini sudah kami sampaikan ke manajemen dan akan segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Rafika menjelaskan, saat ini Emastry Park memiliki sekitar tujuh wahana, di antaranya kolam renang, rainbow slide, biang lala, kora-kora, flying fox, ayunan langit, serta area lampion.
Untuk tiket masuk, pengunjung dikenakan tarif Rp20 ribu saat akhir pekan dan Rp15 ribu pada hari biasa. Harga tersebut sudah termasuk akses ke kolam renang.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada hari pertama pembukaan pasca Lebaran, jumlah pengunjung mencapai lebih dari 500 orang.
“Alhamdulillah cukup ramai, sejak pagi pengunjung sudah berdatangan,” katanya.
Selain wahana, Emastry Park juga menyediakan fasilitas penginapan berupa cottage. Dari total sembilan unit yang tersedia, saat ini tujuh unit sudah dapat digunakan. Cottage tersebut dibanderol dengan harga Rp600 ribu per unit dengan kapasitas sekitar enam orang, di luar tiket masuk.
Pengelola juga menyediakan area camping ground dengan tarif Rp30 ribu per tenda, serta aula yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, mulai dari rapat hingga acara perpisahan.
Ke depan, pihak pengelola berharap Emastry Park dapat terus berkembang dan meningkatkan kenyamanan bagi para pengunjung.
“Harapannya tentu bisa menjadi lebih baik lagi, sehingga pengunjung merasa aman dan nyaman saat berwisata di sini,” pungkas Rafika.
