Insitekaltim, Samarinda – Pos Pengamanan (Pospam) Terminal Sungai Kunjang Kota Samarinda memastikan kondisi arus mudik di Kota Tepian masih relatif landai dan terkendali hingga memasuki H-1 beberapa hari Lebaran.
Petugas gabungan terus melakukan pengawasan guna menjaga keamanan dan kenyamanan para pemudik.
Kepala Jaga Pos Pengamanan Terminal Sungai Kunjang Aiptu Irwanto mengatakan, pos pengamanan telah beroperasi sejak 13 Maret dan hingga saat ini situasi tetap aman dan kondusif.
“Alhamdulillah sampai hari ini situasi relatif aman, kondusif, tertib, dan terkendali. Untuk pemudik sendiri masih landai, tidak begitu ramai,” ujarnya, Kamis, 19 Maret 2026.
Ia menjelaskan puncak arus mudik sebelumnya terjadi saat adanya program mudik gratis. Setelah itu, jumlah penumpang yang datang ke terminal cenderung stabil dan tidak mengalami lonjakan signifikan.
Menurut Irwanto, sejauh ini belum ada keluhan berarti dari para pemudik. Petugas secara rutin melakukan patroli dan berinteraksi langsung dengan penumpang untuk memastikan kondisi tetap aman.
“Setiap satu jam sekali kami patroli dan tanya langsung ke pemudik, sejauh ini tidak ada keluhan,” jelasnya.
Meski demikian, petugas kerap menemukan pemudik yang salah tujuan atau “nyasar” ke terminal tersebut. Kondisi ini biasanya terjadi karena kurangnya informasi terkait rute keberangkatan.
“Kadang ada pemudik yang mau ke Bontang atau Banjarmasin tapi malah ke sini. Kita arahkan ke terminal yang sesuai,” tambahnya.
Pos pengamanan ini juga menyediakan layanan bantuan bagi pemudik, mulai dari informasi perjalanan hingga penanganan jika terjadi kondisi darurat seperti sakit. Petugas akan merujuk ke fasilitas kesehatan terdekat jika diperlukan.
“Kalau ada yang sakit, kita bantu arahkan ke fasilitas kesehatan terdekat seperti Islamic Center atau rumah sakit lainnya,” katanya.
Sementara itu, relawan dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Samarinda yang bertugas di pos terpadu Kepolisian Rezor Kota (Polresta) Samarinda kawasan Taman Samarendah Kwanfu, menyampaikan hingga saat ini belum ditemukan pemudik yang mengalami kelelahan serius.
“Untuk saat ini belum ada pemudik yang kelelahan. Paling hanya beberapa laporan kecelakaan yang kami tangani,” ujarnya.
Ia menyebut berdasarkan laporan yang diterima, terdapat sekitar 30 kasus kecelakaan, meskipun data tersebut masih bersifat sementara karena sistem kerja bergantian antar petugas.
Layanan yang tersedia di pos terpadu saat ini masih terbatas pada pemeriksaan dasar seperti pengecekan tekanan darah dan penanganan darurat ringan.
Sebagai langkah antisipasi, ia mengimbau pemudik untuk mempersiapkan kondisi fisik sebelum melakukan perjalanan serta memastikan kendaraan dalam keadaan layak.
“Yang penting istirahat cukup sebelum perjalanan dan pastikan kendaraan aman,” pungkasnya.
Petugas gabungan dari kepolisian, instansi terkait, serta relawan akan terus bersiaga hingga masa arus mudik dan balik Lebaran selesai guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali.
