Insitekaltim, Samarinda — Perayaan malam takbiran menjelang Hari Raya Idulfitri di Kota Samarinda biasanya diwarnai dengan berbagai kegiatan masyarakat, salah satunya menyalakan kembang api yang menghiasi langit malam. Tradisi ini kerap dilakukan warga sebagai bentuk ungkapan kegembiraan setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan.
Di sejumlah kawasan di Samarinda, masyarakat berkumpul bersama keluarga maupun tetangga untuk menyambut datangnya Hari Raya Idulfitri. Dentuman kembang api dan cahaya berwarna-warni tak luput mekar di udara menjadi pemandangan yang sering terlihat saat malam takbiran berlangsung.
Namun di balik kemeriahan tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati terhadap potensi kebakaran yang dapat terjadi selama Ramadan hingga Idulfitri.
Kepala Disdamkar Kota Samarinda Hendra menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan kesiapsiagaan penuh untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan kejadian kebakaran selama periode tersebut.
“Biasanya menjelang Ramadan maupun Idulfitri, kami siap kapan saja. Tidak ada posko tambahan. Kami sudah memiliki Posko 1 hingga Posko 11 yang selalu siap siaga 24 jam,” ujar Hendra Minggu, 15 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa selama bulan Ramadan potensi kebakaran cenderung meningkat. Hal tersebut dipicu oleh meningkatnya aktivitas masyarakat, terutama saat menyiapkan makanan untuk sahur maupun berbuka puasa.
“Memang di bulan Ramadan biasanya cukup banyak terjadi kebakaran. Kadang masyarakat lalai, misalnya memasak saat subuh lalu ketiduran. Aktivitas ibadah yang padat juga membuat orang kelelahan,” katanya.
Untuk mengantisipasi kejadian tersebut, Disdamkar Samarinda memastikan seluruh personel tetap bersiaga di setiap pos pemadam yang tersebar di berbagai titik wilayah kota.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan, terutama saat kondisi cuaca panas dan minim hujan yang berpotensi memicu kebakaran.
“Kalau tidak ada hujan selama kurang lebih seminggu, potensi kebakaran besar sekali. Himbauan kami, jangan melakukan pembakaran-pembakaran, apalagi saat musim panas,” tegasnya.
Hendra juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila terjadi kebakaran melalui call center resmi Disdamkar, perangkat komunikasi radio (HT), atau langsung mendatangi pos pemadam terdekat.
“Kami mengimbau agar masyarakat sadar dan peduli terhadap situasi yang bisa menimbulkan kebakaran,” pungkasnya.
Dengan adanya kesiapsiagaan petugas serta kewaspadaan masyarakat, diharapkan perayaan malam takbiran di Samarinda dapat berlangsung dengan aman dan kondusif.
