Insitekaltim, Samarinda — Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan bahwa penyaluran bantuan kepada masyarakat harus dilakukan secara manusiawi dan tidak menambah beban bagi warga yang membutuhkan.
Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan bakti sosial Pemerintah Kota Samarinda bersama Yayasan Dharma Bhakti di Kelenteng Thien Ie Kong, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Karang Mumus, Kecamatan Samarinda Kota, Sabtu, 14 Maret 2026.
Menurutnya, masyarakat yang menerima bantuan tidak seharusnya diperlakukan dengan cara yang tidak layak, seperti harus menunggu lama di bawah terik matahari.
“Kita mohon agar setiap kegiatan pembagian bantuan atau takjil, warga Samarinda diperlakukan secara manusiawi. Jangan ditaruh berpanas-panas,” ujar Andi Harun.
Ia menilai, warga yang datang menerima bantuan merupakan masyarakat yang sedang membutuhkan, sehingga proses pembagian harus dilakukan dengan tertib dan penuh penghormatan.
“Sudah hidupnya susah, jangan kita tambah bebannya dengan cara pembagian yang tidak manusiawi,” katanya.
Untuk itu, pemerintah memastikan proses pembagian bantuan dilakukan secara terorganisir, termasuk dengan penyediaan tenda dan sistem antrean yang tertib agar masyarakat dapat menerima bantuan dengan nyaman.
Selain itu, ia juga meminta masyarakat tidak berdesak-desakan saat pembagian bantuan karena seluruh paket telah dipastikan tersedia bagi para penerima.
“Tidak usah berdesak-desakan karena semuanya sudah pasti dapat. Supaya dari awal sampai akhir pembagian tetap tertib dan manusiawi,” tegasnya.
