Insitekaltim, Samarinda — Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda menyatakan kesiapan untuk membenahi sejumlah fasilitas stadion yang menjadi catatan dari pihak penyelenggara kompetisi internasional.
Kepala Disporapar Kota Samarinda Muslimin mengatakan, pihaknya telah menerima sejumlah masukan dari pihak verifikator terkait kesiapan fasilitas stadion, khususnya mengenai standar pencahayaan lampu.
Menurutnya, dalam proses verifikasi yang dilakukan oleh pihak penyelenggara, ditemukan bahwa tingkat pencahayaan lampu stadion masih berada di angka sekitar 900 lux, sementara standar yang dibutuhkan untuk pertandingan internasional mencapai 1.200 lux.
“Ada beberapa poin penting yang harus kami siapkan sebagai tuan rumah, salah satunya terkait lampu stadion. Saat ini pencahayaan sekitar 900 lux, sementara yang dibutuhkan untuk standar internasional sekitar 1.200 lux,” ujarnya, usai buka bersama Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Minggu, 8 Maret 2026.
Muslimin menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk mencari solusi agar kekurangan fasilitas tersebut dapat segera dipenuhi.
Ia bahkan mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Wali Kota Samarinda terkait upaya peningkatan fasilitas stadion agar dapat memenuhi standar penyelenggaraan pertandingan internasional.
“Kami sudah berbicara dengan Pak Wali Kota agar ke depan kekurangan fasilitas seperti lampu stadion ini bisa segera dipenuhi,” katanya.
Menurut Muslimin, perbaikan fasilitas olahraga menjadi penting agar Samarinda dan Kaltim dapat terus dipercaya menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga, baik tingkat nasional maupun internasional.
Ia menambahkan, sejumlah catatan yang diberikan oleh pihak verifikator akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk melakukan pembenahan fasilitas olahraga ke depan.
Namun demikian, Muslimin mengakui bahwa saat ini pemerintah daerah juga menghadapi tantangan keterbatasan anggaran akibat adanya penyesuaian keuangan dari pemerintah pusat ke daerah.
“Kita tidak bisa menutup mata bahwa saat ini terjadi pemangkasan keuangan daerah. Dampaknya dirasakan hampir seluruh organisasi perangkat daerah,” jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan semangat untuk terus membenahi fasilitas olahraga di Kota Samarinda tetap menjadi komitmen pemerintah daerah.
“Terlepas dari kondisi itu, semangat untuk terus berbuat bagi Kaltim, khususnya Kota Samarinda, tetap harus kita lakukan,” pungkasnya.
