Insitekaltim, Samarinda — Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri menegaskan Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Rukun Tetangga (Probebaya) akan tetap dilanjutkan sebagai program prioritas Pemerintah Kota Samarinda.
Penegasan tersebut disampaikan Saefuddin saat menjawab pertanyaan moderator terkait keberlanjutan Probebaya dalam kegiatan Diskusi Publik Probebaya Tanpa AH yang digelar oleh Arusbawah di Gedung Science Learning Center (SLC) Universitas Mulawarman (Unmul), Minggu, 15 Februari 2026.
Menurut Saefuddin, Probebaya merupakan program yang diperuntukkan langsung bagi masyarakat dan telah berjalan sebelum dirinya menjabat sebagai Wakil Wali Kota. Program ini memberikan alokasi anggaran sebesar Rp100 juta untuk setiap rukun tetangga (RT) guna membantu menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan masing-masing.
“Probebaya ini program untuk rakyat. Masyarakat melalui kelompok RT bisa mengedukasi dan membahas permasalahan yang akan dikerjakan ke depan. Setiap RT mendapat alokasi Rp100 juta,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, selama satu tahun masa kepemimpinannya, pelaksanaan Probebaya menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Meski demikian, program tersebut dinilai berjalan cukup baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Saefuddin juga mengakui masih terdapat beberapa kekurangan, baik dari sisi administrasi maupun regulasi. Namun, hal tersebut tidak menjadi alasan untuk menghentikan program yang telah berjalan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.
“Kalau ditanya dilanjut atau tidak, tentu akan saya lanjut. Program ini sudah berjalan baik, tinggal kita perbaiki apa kekurangan-kekurangannya,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk terus memberikan masukan dan kritik konstruktif terhadap pelaksanaan Probebaya.
Masukan tersebut, kata dia, akan menjadi bahan evaluasi agar program ini ke depan semakin tepat sasaran dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi seluruh warga Kota Samarinda.

