Insitekaltim, Samarinda – Camat Samarinda Ulu Sujono menjelaskan, proses penjaringan aspirasi tetap mengacu pada petunjuk teknis (juknis) dari kementerian serta Bapperida Kota Samarinda. Dalam aturan tersebut, setiap wilayah diminta menentukan skala prioritas dengan komposisi tertentu.
Pemerintah Kecamatan Samarinda Ulu dengan hal ini telah melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun anggaran 2027.
Dalam pertemuan yang dilaksanakan pada Selasa, 3 Februari 2026 itu, sektor sarana dan prasarana (sarpras) masih mendominasi usulan pembangunan di wilayah tersebut.
“Sesuai arahan tim Bapperida, usulan harus mencakup 10 prioritas untuk kegiatan sarpras, lima usulan untuk bidang sosial budaya, dan lima usulan untuk bidang ekonomi. Inilah yang menjadi dasar tim kelurahan dan kecamatan dalam menyusun rencana pembangunan,” ujar Sujono saat ditemui di sela kegiatan.
Menanggapi aspirasi dari para Ketua RT dan tokoh masyarakat mengenai usulan yang belum terealisasi, Sujono menekankan pentingnya manajemen prioritas.
Mengingat keterbatasan anggaran, pihaknya harus memilih program yang memiliki urgensi paling tinggi atau penting di atas penting.
“Kami menyadari banyaknya permohonan dari masyarakat dan tetap kami akomodir. Namun, kami punya skala prioritas. Jika usulan tahun ini sudah terakomodir, maka tahun berikutnya kami akan mendorong usulan dari lingkungan lain agar terjadi pemerataan di tahun 2027 nanti,” jelasnya.
Meski terdapat tantangan berupa informasi pemotongan Transfer Ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat pada tahun 2026, pihak kecamatan tidak tinggal diam.
Kehadiran anggota DPRD Kota Samarinda dari Dapil Samarinda Ulu dalam Musrenbang ini menjadi peluang untuk mencari jalur pendanaan alternatif.
Ia mengungkapkan, usulan warga yang tidak tertampung di APBD murni nantinya bisa diperjuangkan melalui jalur Bantuan Keuangan (Bankeu), Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan, hingga kolaborasi CSR perusahaan di lingkungan setempat.
“Kami berencana mengadakan forum pertemuan antara LPM, para Lurah, dan tujuh anggota dewan Dapil Samarinda Ulu. Tujuannya untuk membicarakan solusi konkret agar usulan warga bisa didorong melalui berbagai agenda kegiatan, baik di tingkat kota maupun provinsi,” tambahnya.
Di akhir penjelasannya, Sujono memberikan apresiasi kepada perangkat daerah, Ketua RT, dan LPM yang hadir secara antusias. Ia berpesan agar seluruh elemen masyarakat terus proaktif mengawal usulan ini hingga ke tingkat pemerintah kota.
“Dukungan dan semangat dari warga sangat penting bagi kami dalam mengemban amanah ini. Kami berharap usulan-usulan yang telah disusun dapat benar-benar terakomodir pada pelaksanaan anggaran tahun 2027 mendatang,” pungkas Sujono.

