Reporter : Nada – Editor : Redaksi
Insitekaltim, Samarinda – Mahasiswa gabungan dari berbagai kampus di Samarinda menggelar aksi turun ke jalan menolak revisi Undang-Undang Nomor 30 tahun 2002 mengenai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (23/09/2019) di depan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Timur.
Aksi ini melibatkan beberapa universitas ternama di Samarinda, seperti Unmul, IAIN, Untag Samarinda, UMKT, UNU, Polnes, Widyagama dan organisasi kampus

Berdasarkan pantauan Insitekaltim, terlihat beberapa Dosen hadir untuk mendukung aksi yang dilakukan oleh mahasiswa.
Said Hasim Humas Aksi di DPRD Provinsi Kaltim membenarkan hal itu.
“Biasanya saya tidak dibolehkan untuk turun ke jalan dan melakukan aksi, tapi kali ini didukung. Kami melakukan aksi untuk mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengeluarkan Perpu yang bisa membatalkan revisi UU KPK dan RKUHP,” ungkapnya.
Yang kedua, rancangan UU yang disahkan bisa dibatalkan karena mengandung kepentingan oleh kaum elit dan bukan kepada rakyat.
“Hal ini sama seperti Rezim Orba. Dimana demokrasi dibungkam, tidak boleh memberi masukan ini yang kami tolak,” lanjutnya.
Untuk poin yang paling kami tolak terkait Revisi UU KPK, Said Hasim mengatakan, KPK harus didukung bukan dilemahkan dan dipersulit fungsinya.
“KPK harusnya diperkuat, didukung bukan dilemahkan baik secara kelembagaan maupun kewenangannya,” tegasnya.
Said Hasim melanjutkan, aksi ini disuarakan oleh seluruh mahasiswa se-Indonesia.
“Aliansi Mahasiswa se-Indonesia turun ke jalan untuk menyuarakan hal yang sama. Kami disini tergabung dari Aliansi Kaltim Bersatu ingin mendesak DPRD Kaltim untuk menolak Revisi UU KPK serta RKUHP,” tandasnya.
Sempat terjadi bentrok antara mahasiswa yang melakukan aksi dan kepolisian.

Kapolresta Samarinda Kombespol Vendra Riviyanto sendiri turut serta untuk mengamankan keadaan.
“Cukup bisa menjaga situasi, sampai saat ini anggota dewan mau menerima aspirasi perwakilan dari mahasiswa sebanyak 20 orang,” kata Vendra.
Vendra menyampaikan, 700 orang personil kepolisian yang tergabung dari Polda dan Polresta Samarinda.
“Kita lihat sendiri aksi ini sudah berlangsung sejak pukul 10 pagi tadi. Keamanan kita tingkatkan tiap jamnya untuk menghindari hal-hal buruk terjadi. Sejauh ini masih bisa kita jaga,” tutupnya.
