Insitekaltim, Samarinda – Sepanjang tahun 2025, Polresta Samarinda menangani sejumlah kasus menonjol yang menjadi perhatian publik. Hal tersebut disampaikan Kapolresta Samarinda Kombes Pol Henri Umar dalam Press Release Akhir Tahun Polresta Samarinda Tahun 2025 yang digelar di Kantor Polresta Samarinda Selasa, 30 Desember 2025.
Salah satu kasus besar yang berhasil diungkap adalah, peristiwa penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) yang terjadi di Jalan Imam Bonjol Kota Samarinda pada Mei 2025. Dalam kasus ini, polisi menetapkan sembilan orang tersangka dan satu korban dinyatakan meninggal dunia.
Selain itu, Polresta Samarinda juga mengungkap kasus korupsi di Bank BPR Kota Samarinda dengan total barang bukti mencapai Rp7,3 miliar. Dua orang pelaku berhasil diamankan dalam kasus tersebut.
Kasus menonjol lainnya ialah, pengungkapan perakitan bom molotov di lingkungan kampus Universitas Mulawarman (Unmul). Dalam pengungkapan tersebut, aparat mengamankan puluhan botol bom molotov siap pakai beserta sejumlah barang bukti pendukung.
Polresta Samarinda juga mengungkap kasus pencurian dengan modus ketok pintu yang terjadi di tujuh lokasi berbeda. Dari kasus ini, polisi mengamankan empat pelaku beserta barang bukti berupa jam tangan mewah, perhiasan emas, uang tunai Rp150 juta hingga kendaraan bermotor.
Tak hanya itu, kasus-kasus lain seperti penganiayaan, kekerasan terhadap anak, penemuan bayi terkubur, serta premanisme di Sungai Mahakam turut menjadi perhatian serius sepanjang tahun 2025.
“Kami berkomitmen menangani setiap perkara secara profesional dan transparan. Kasus-kasus menonjol ini menjadi evaluasi sekaligus pembelajaran agar ke depan situasi kamtibmas di Samarinda semakin kondusif,” tutupnya.
