Insitekaltim, Samarinda — Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) cabang olahraga futsal resmi berakhir di GOR Kadrie Oening, Jalan Wahid Hasyim, Samarinda pada Kamis, 18 Desember 2025. Ajang ini menjadi wadah penjaringan atlet-atlet terbaik daerah yang akan berlaga pada Porprov Kalimantan Timur mendatang.
Ketua Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Kalimantan Timur (Kaltim) Adnan Faridhan menegaskan, futsal merupakan salah satu cabang olahraga unggulan Kaltim yang telah membuktikan prestasinya di tingkat nasional dengan meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Porprov digelar di Samarinda dan futsal adalah salah satu cabang yang menyumbangkan emas di PON. Ini menjadi kebanggaan, sekaligus menunjukkan bahwa Kaltim sudah menjadi barometer futsal nasional,” ujar Adnan usai penutupan BK Porprov.
Ia menyebutkan, dalam setahun terakhir, muncul banyak talenta muda potensial dari berbagai daerah seperti Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Kartanegara. Menurutnya, seluruh kabupaten dan kota peserta menurunkan pemain asli daerah tanpa mengandalkan atlet dari luar.
“Ini membuktikan bahwa Kaltim memiliki produk atlet futsal yang sangat baik. Potensi lokalnya luar biasa dan patut kita banggakan,” katanya.
Adnan berharap Porprov dapat berlangsung sesuai jadwal dan tidak mengalami penundaan. Ia optimistis ajang tersebut akan menjadi panggung bagi para atlet terbaik untuk memperkuat dominasi futsal Kaltim, khususnya dalam mempertahankan prestasi emas di ajang nasional.
“Mudah-mudahan dari pertandingan hari ini kita bisa melihat talenta terbaik yang nantinya menjadi tulang punggung futsal Kaltim ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim Azhari Abubakar yang hadir mewakili Ketua KONI Kaltim menilai, pencapaian futsal Kaltim pada PON 2024 di Aceh–Sumatera Utara sebagai prestasi yang membanggakan.
“Alhamdulillah futsal Kaltim berhasil meraih medali emas di PON 2024. Padahal sebelumnya cabang ini tidak terlalu diperhitungkan dan berada di luar ekspektasi,” ungkap Azhari.
Ia menilai laga final BK Porprov antara Bontang dan Samarinda menjadi momentum penting untuk memantau potensi atlet daerah. Menurutnya, hasil pertandingan bukan satu-satunya tolok ukur.
“Menang dan kalah itu biasa. Yang paling penting adalah melihat potensi, mental, dan skill atlet yang bisa diandalkan Kaltim ke depan,” jelasnya.
Azhari juga menegaskan bahwa pelaksanaan BK Porprov wajib mengikuti mekanisme dan aturan KONI sesuai hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2024. BK Porprov merupakan tahapan resmi menuju Porprov yang akan digelar di Kabupaten Paser.
“BK ini adalah ajang seleksi awal. Setelah itu ada Kejurprov dan Porprov putra, di situlah pembinaan dan kompetisi sesungguhnya berlangsung,” tuturnya.
Terkait agenda olahraga nasional, Azhari menyampaikan bahwa ke depan akan ada pemisahan antara PON reguler dan PON indoor. Cabang olahraga seperti futsal, bola voli, dan bola basket akan dipertandingkan secara terpisah.
“KONI terus memperjuangkan skema ini dalam Rakernas agar cabang olahraga indoor mendapatkan porsi dan penilaian yang lebih adil,” pungkasnya.

