Insitekaltim, Samarinda – Pendidikan politik bagi pelajar harus diarahkan pada pembentukan karakter yang berintegritas dan bersih dari praktik curang dalam demokrasi. Hal itu disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Samarinda, Yosua Laden
Salah satu fokus utama yang terus ditekankan Kesbangpol saat ini adalah pencegahan praktik politik uang atau money politic di kalangan generasi muda.
“Tahap awal ini yang harus kita sama-sama benahi adalah kita harus menghilangkan money politic di Kota Samarinda,” ungkapnya Senin, 24 November 2025.
Menurutnya, pelajar perlu dibekali pemahaman sejak dini mengenai bahaya dan dampak negatif politik uang, agar kelak tidak terjebak dalam praktik transaksional saat terlibat dalam proses demokrasi.
“Ini harus kita ajarkan pada anak-anak supaya mengatakan tidak kepada money politic,” tuturnya.
Sebagai langkah konkret, Kesbangpol menggandeng Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Samarinda untuk memberikan edukasi langsung kepada pelajar terkait dampak hukum dan sosial dari praktik politik uang.
“Ada Bawaslu juga kami undang sebagai narasumber untuk menyampaikan jeleknya dari money politic,” jelasnya.
Selain itu, Yosua menyampaikan pembinaan karakter politik bersih, juga akan diperluas melalui kerja sama dengan Inspektorat Kota Samarinda, khususnya dalam penguatan pendidikan antikorupsi sejak usia dini.
“Nanti mungkin bekerja sama dengan inspektorat terkait dengan pencegahan korupsi sejak usia dini,” ujarnya.
Ia menilai, praktik politik uang dan korupsi memiliki keterkaitan erat karena sama-sama berakar dari budaya transaksional yang merusak nilai kejujuran dan integritas.
“Karena dari korupsi akhirnya kita terbiasa dengan adanya money politic,” tambahnya.
Melalui program pembinaan ini, Kesbangpol Samarinda berharap generasi muda tumbuh dengan pemahaman politik yang sehat, jujur, dan beretika, sehingga mampu menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya demokrasi yang bersih di masa depan.

