Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemkot Samarinda Harus Lebih Kreatif Tingkat PAD, Tanpa Membebani Masyarakat

    Agustus 11, 2026

    Kaltim Baru 56 Persen Temukan Kasus TBC, Dinkes Dorong 1.033 Desa Jadi Desa Siaga

    Agustus 11, 2026

    BAZNAS Kaltim Himpun Rp19,05 Miliar hingga Juli 2026, Zakat Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Mustahik

    Agustus 11, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Industri Fintech Mulai Berkembang, Samarinda Berpotensi Jadi Pendorong Perwujudan Inklusi Finansial Indonesia
    Advertorial

    Industri Fintech Mulai Berkembang, Samarinda Berpotensi Jadi Pendorong Perwujudan Inklusi Finansial Indonesia

    MartinusBy MartinusSeptember 3, 201902 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter : Nada – Editor : Redaksi
    Insitekaltim, Samarinda – Kesenjangan antara kebutuhan dan keberadaan akses finansial yang ada di Indonesia menjadikan perkembangan industri fintech juga turut meningkat. Hal tersebut didukung oleh adanya peer-to-peer lending yang memudahkan masyarakat untuk mengakses kebutuhan finansial.
    Tujuan Fintech merupakan peer-to-peer lending yang mempertemukan pendana (lender) dan peminjam (borrowers) di satu digital platform yang sama sebagai bentuk komitmen untuk mewujudkan inklusi finansial di Indonesia melalui teknologi finansial.

    Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar acara Fintech Exhibition, Selasa (3/9/2019) di Bigmall Samarinda Jalan Untung Suropati.
    “Tugas dari AFPI adalah menaungi 127 perusahaan Fintech. Dari 127 perusahaan itu ada 120 yang terdaftar dan 7 yang berizin di OJK” ungkap Wakil Ketua Bidang Institutional, Adelheid Helena Bokau.
    Helena mengatakan, untuk bisa memiliki izin di OJK harus melewati beberapa proses.
    “Biasanya teregister dulu baru bisa melakukan operasional. Sederhananya harus terdaftar dulu baru bisa berkerja,” lanjutnya.
    Helena menyampaikan, Fintech hanya menyediakan platform dan tidak menghimpun dana.
    “Kita bukan Bank, makanya ada yang dikenal  ‘peminjam’ dan ‘meminjam’, lalu dihubungkan oleh 1 platform dan ini online,” pungkasnya.
    Untuk acara Fintech Exhibition kali ini, ada 59 platform yang hadir dan ikut serta.
    “Banyak banget yang akan dijelaskan di masing-masing platform nantinya,” katanya.
    Helena melanjutkan, yang ditawarkan tiap platform juga beda-beda namun untuk keseluruhan penawaran mencakup dua (2) hal.
    “Produktif dan Multiguna, itu yang ditawarkan kepada masyarakat. Multiguna bahasa gampangnya bisa meminjam dana untuk kepentingan apapun. Sedangkan Produktif merupakan peminjaman dana untuk membuka usaha, bisa UMKM,” paparnya.

    Helena berpesan, untuk menggunakan Fintech, tidak berarti hanya berupa peminjaman dana saja.
    “Tidak cuma dana, mengganti kebutuhan dalam bentuk fisik juga bisa. Mungkin seperti masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan, kapalnya rusak bisa diganti dalam bentuk memperbaiki kapal tersebut,” tandasnya.
    Kedatangan AFPI sendiri untuk memberikan sosialisasi dan edukasi agar masyarakat paham mengenai Fintech
    “Kita ingin mengedukasikan kepada masyarakat untuk tidak melihat dengan tatapan bahwa Fintech itu hal yang tidak baik, bunganya mahal, dan hal buruk lainnya. Tujuan Fintech untuk membantu masyarakat yang unbankable,” tutupnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    FKUB Kaltim Dorong Pengurus Baru Samarinda Jadi Percontohan Kerukunan

    Agustus 11, 2026

    Kemampuan Fiskal Terbatas, Pengentasan 26 Hektare Kawasan Kumuh Samarinda Masih Gantung

    Juli 9, 2026

    Lelang Lambat Imbas Dinamika Anggaran Pusat, Realisasi Fisik PUPR Masih Minim

    Juli 9, 2026

    Tiga Jalan Protokol di Samarinda Gelap Gulita, Dewan Desak Dishub Segera Peremajaan Tiang

    Juli 9, 2026

    Nunggak Proyek 2025, DLH Samarinda Tersangkut Utang Rp8,4 Miliar

    Juli 8, 2026

    Sektor UKM dan Rumah Tangga Merugi Akibat Pemadaman Listrik Massal di Samarinda

    Juli 8, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemkot Samarinda Harus Lebih Kreatif Tingkat PAD, Tanpa Membebani Masyarakat

    Nur AjijahAgustus 11, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah tekanan fiskal dan proyeksi penurunan pendapatan daerah, Pemerintah Kota (Pemkot)…

    Kaltim Baru 56 Persen Temukan Kasus TBC, Dinkes Dorong 1.033 Desa Jadi Desa Siaga

    Agustus 11, 2026

    BAZNAS Kaltim Himpun Rp19,05 Miliar hingga Juli 2026, Zakat Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Mustahik

    Agustus 11, 2026

    Kejurkot Basket Samarinda 2026 Usai, Perbasi Tegaskan Pembinaan Atlet Tak Boleh Berhenti

    Agustus 11, 2026

    Andi Harun Ajak Hasanuddin Mas’ud Belajar APBD: Saya Terangkan dengan Bahasa Bayi

    Agustus 11, 2026
    1 2 3 … 3,272 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.