Insitekaltim, Samarinda — Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Timur, Sarifah Suraidah Mas’ud, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membangun harmoni dan karakter bangsa.
Hal itu disampaikan saat menghadiri pelantikan Ketua TP PKK, Ketua Dekranasda, Bunda PAUD, Ketua TP Posyandu Kabupaten Mahakam Ulu, serta pengukuhan Bunda Literasi Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kaltim, yang berlangsung di Pendopo Odah Etam, Kantor Gubernur Kaltim, Minggu, 19 Oktober 2025.
Dalam sambutannya, Sarifah menyebut momen ini bukan sekadar seremoni pelantikan, tetapi simbol lahirnya semangat kolaborasi untuk membangun Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).
“Hari ini bukan hanya upacara pelantikan, tapi simbol lahirnya semangat kolaborasi membangun Kaltim. Saya bersama bunda-bunda yang dilantik hari ini memikul tanggung jawab sosial untuk membawa perubahan nyata,” ujarnya.
Sarifah juga menegaskan bahwa perempuan adalah harmoni dan kasih dalam perjalanan pembangunan daerah. Ia mengajak seluruh pengurus TP PKK dan kader di Mahulu untuk menjadikan organisasi ini bukan sekadar struktur, melainkan gerakan nyata berbasis gotong royong.
“PKK adalah wadah pembinaan keluarga, Posyandu menjaga sehat generasi penerus, dan Bunda Literasi menyalakan pencerahan pengetahuan yang tak pernah padam. Ini semua adalah ekosistem pembangunan,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh pengurus untuk terus menanam kebaikan dan kebersamaan, seraya berharap langkah mereka mendapat ridho Tuhan agar Kaltim bisa melahirkan generasi emas.
Sementara itu, Gubernur Kaltim H. Rudy Mas’ud dalam sambutannya memberikan apresiasi dan selamat kepada para pengurus yang baru dilantik. Menurutnya, pelantikan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran perempuan sebagai garda terdepan pembangunan daerah.
“Yang pintar banyak, tapi yang berkarakter lebih berharga. Karena itulah, bunda-bunda adalah sekolah pertama bagi anak-anak kita, tempat karakter dibentuk sejak dini,” kata Gubernur.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Kaltim terus mendorong akselerasi pembangunan yang merata hingga pelosok, termasuk Mahulu yang memiliki tantangan geografis tersendiri.
“Kami berharap amanah ini dijalankan dengan tulus dan penuh pengabdian. Pengabdian yang tulus akan memberi dampak yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tuturnya.
Adapun para Bunda Literasi yang dikukuhkan meliputi Hj. Nurlena, S.E. (Kota Balikpapan), Hj. Dewi Yuliana, S.E. (Kabupaten Penajam Paser Utara), Sinta Rosma Yenti, M.A. (Kabupaten Paser); Andi Deezca Pravidhia Aulia (Kabupaten Kutai Kartanegara), dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.OG. (Kota Bontang)
Kemudian, Hj. Sri Juniarsih Mas, M.Pd. (Kabupaten Berau), Maria Christina Frederick Edwin, S.E. (Kabupaten Kutai Barat), Ir. Hj. Sitti Robiah (Kabupaten Kutai Timur) dan Angela Idang Belawan (Kabupaten Mahakam Ulu).
Dengan dikukuhkannya para Bunda Literasi tersebut, diharapkan semangat membaca, menulis, dan berkarya terus menyala di seluruh pelosok Kalimantan Timur.

