Insitekaltim, Samarinda – Sektor perikanan di Kalimantan Timur (Kaltim) diproyeksikan memiliki prospek ekonomi yang cerah tahun ini. Hal ini didukung capaian swasembada protein hewani dari ikan. Pengiriman barang ke berbagai daerah di Indonesia, hingga ekspor ke pasar internasional sudah mendekati Rp600 miliar.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim Irhan Hukmaidy mengatakan daerah ini telah mampu memenuhi kebutuhan ikan tanpa harus mendatangkan pasokan dari luar.
“Kalau untuk swasembada pangan, kami siap menyumbang protein hewani khususnya dari ikan. Kami sudah swasembada di sini karena ikan itu tidak didatangkan dari luar, bahkan kami penjualan antarpulau dan sudah ekspor,” ujarnya saat ditemui pada Kamis 14 Agustus 2025.
Menurut Irhan, meski secara kuantitas volume ekspor mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, nilai ekspor justru meningkat.
“Secara pertumbuhan memang pengiriman sedikit, tetapi secara nilai lebih bagus dibandingkan tahun lalu. Nilai ekspor hampir Rp600 miliar, naik Rp100 miliar dibanding tahun kemarin. Artinya pertumbuhannya cukup baik,” jelasnya.
Keunggulan ekspor perikanan Kaltim terletak pada harga jual yang mengikuti kurs dolar.
“Untuk ekspor itu sudah nilai kursnya pakai Dollar. Bisa nyangkal? Nggak bisa, kan. Udah segala macam itu semuanya pakai Dollar,” katanya.
Salah satu komoditas unggulan yang menjadi daya tarik pembeli internasional adalah udang windu organik. Produk ini diminati pembeli dari Asia dan Eropa, dengan pasar Asia masih mendominasi.
“Udang windu menjadi salah satu udang organik yang disukai buyer dari Eropa, termasuk Asia. Untuk masuk pasar Uni Eropa memang banyak persyaratan, mulai dari pengecekan tambak hingga lebar, tapi kita sudah masuk. Sudah ada sekitar 14 negara yang menjadi tujuan,” paparnya.
Ekspor ke pasar Eropa memerlukan sertifikasi tertentu, salah satunya Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), agar produk perikanan Kaltim memenuhi standar internasional. “Jadi jangan ragu-ragu untuk berinvestasi di sektor perikanan,” pesannya.
Dengan pasar yang terus berkembang, dukungan sertifikasi, dan harga bersaing di pasar global, sektor perikanan Kaltim diyakini akan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah tahun ini. (Adv/Diskominfokaltim)
Editor: Sukri