Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Samarinda dan Bontang Bahas Strategi Tingkatkan Pendapatan di Tengah Tekanan Fiskal

    April 14, 2026

    Kasus Pelecehan Tak Kunjung Reda, Disdikbud Kaltim Singgung Kegagalan Pengawasan Sekolah

    April 14, 2026

    DBH Sawit Samarinda Menurun, Bapenda Soroti Ketergantungan pada Kebijakan Pusat

    April 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»SPBM Belum Optimal, Komisi IV DPRD Kaltim akan Belajar ke Jakarta dan Jatim
    DPRD Kaltim

    SPBM Belum Optimal, Komisi IV DPRD Kaltim akan Belajar ke Jakarta dan Jatim

    MartinusBy MartinusJuli 19, 2025Updated:Juli 21, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Komisi IV DPRD Kaltim saat melakukan sidak di SMA Negeri 10 Samarinda
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda –Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur H Baba menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem penerimaan siswa baru untuk jenjang SMA/SMK sederajat. Kritik itu dilontarkannya menyusul berbagai persoalan yang kembali muncul dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026.

    Menurut Baba, persoalan yang muncul bukan sekadar gangguan teknis yang bersifat temporer, melainkan mencerminkan kelemahan mendasar dalam kesiapan sistem.

    Ia menilai sistem daring SPMB yang pada tahap awal berjalan cukup mulus, ternyata belum mampu bertahan saat jumlah pendaftar mulai melonjak dan arus data meningkat signifikan.

    Ketidaksiapan ini, lanjutnya, menimbulkan keresahan di kalangan orang tua calon peserta didik, dan bukan untuk pertama kalinya terjadi.

    “Kendala ini sedang ditangani, tapi harus menjadi catatan penting agar tidak terulang tahun depan,” ujarnya, Kamis, 17 Juli 2025.

    Ia berpendapat bahwa, kelemahan sistem SPMB tahun ini memperlihatkan bahwa perbaikan yang dilakukan sebelumnya belum cukup menyentuh akar persoalan. Komisi IV, kata Baba, tidak ingin lagi melihat pola berulang di mana masalah serupa terus terjadi setiap tahun, tanpa ada langkah sistemik yang benar-benar menyelesaikan.

    Lebih lanjut, perhatian Komisi IV tidak berhenti pada aspek teknis semata. Isu ketimpangan infrastruktur pendidikan, terutama di daerah pinggiran dan pesisir, turut menjadi sorotan tajam.

    Keterbatasan daya tampung sekolah dan minimnya fasilitas yang memadai di luar kawasan perkotaan dianggap sebagai penyebab utama ketidakmerataan akses pendidikan.

    “Pemerataan akses pendidikan tidak bisa dibebankan hanya kepada sekolah, tetapi harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.

    Menurut Baba, tuntutan tahunan yang dibebankan kepada pihak sekolah untuk terus menyesuaikan diri dengan lonjakan jumlah peserta didik, justru memperlihatkan kurangnya perencanaan jangka panjang.

    Ia menilai hal ini sebagai bentuk kegagalan kolektif dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

    Sebagai upaya konkret, Komisi IV merancang studi banding ke sejumlah provinsi yang dinilai telah berhasil membangun sistem penerimaan siswa baru yang lebih tertata dan adil. Jakarta dan Jawa Timur masuk dalam daftar daerah tujuan kunjungan kerja tersebut.

    Baba menegaskan, studi ini bukan semata-mata untuk meniru, tetapi untuk mempelajari dan menyaring praktik terbaik yang relevan dengan karakteristik Kalimantan Timur.

    “Kami ingin membawa praktik terbaik dari daerah lain dan menyesuaikannya dengan kebutuhan di Kalimantan Timur. Harapannya, sistem SPMB ke depan bisa lebih merata, berkeadilan, dan tidak lagi menimbulkan keresahan tahunan,” tutur Baba.

    Ia menyadari bahwa pendekatan satu model tidak akan serta-merta berhasil di daerah dengan kondisi geografis dan sosial yang berbeda. Oleh sebab itu, adaptasi lokal menjadi prinsip utama dalam menilai relevansi setiap praktik yang akan dipelajari.

    Dalam pandangannya, hanya melalui pendekatan yang kontekstual dan kolaboratif, sistem pendidikan di Kalimantan Timur dapat tumbuh secara lebih berimbang dan menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.

    Komisi IV, lanjut Baba, akan terus mengawal isu ini hingga ada formulasi kebijakan yang lebih responsif terhadap kondisi riil di lapangan. Baginya, pendidikan adalah soal masa depan, dan kesalahan berulang dalam sistem penerimaan siswa baru sama saja dengan menunda kesempatan generasi muda untuk mengakses hak dasarnya. (Adv)

    H Baba SMA/SMK SPBM
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    161 Aspirasi Masuk Kamus Usulan DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud Tekankan Integrasi ke Program Daerah

    Maret 22, 2026

    Pansus Pokir DPRD Kaltim Rampung, Pengesahan Tunggu Gubernur dan Wagub

    Maret 16, 2026

    Damayanti Ingatkan DPRD Kaltim Perjuangkan Aspirasi Masyarakat dalam Pengelolaan Anggara

    Maret 16, 2026

    Dorong Pengesahan Pokir DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi dan Husni Fahruddin Tekankan Pentingnya Kesepakatan Paripurna

    Maret 16, 2026

    Pansus DPRD Kaltim Sampaikan Laporan Pembahasan Renja 2027 dalam Rapat Paripurna

    Maret 16, 2026

    DPRD Kaltim Soroti Progres Perbaikan Fender Jembatan Mahakam yang Baru Capai 60 Persen

    Maret 10, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Samarinda dan Bontang Bahas Strategi Tingkatkan Pendapatan di Tengah Tekanan Fiskal

    Ratu ArifanzaApril 14, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Romadhony Putra Pratama menyebutkan kunjungan kerja…

    Kasus Pelecehan Tak Kunjung Reda, Disdikbud Kaltim Singgung Kegagalan Pengawasan Sekolah

    April 14, 2026

    DBH Sawit Samarinda Menurun, Bapenda Soroti Ketergantungan pada Kebijakan Pusat

    April 14, 2026

    BEM Polnes Bongkar Persoalan Pendidikan Kaltim, Desak Sinkronisasi Kebijakan

    April 14, 2026

    Kuota Haji Samarinda Naik Signifikan, Kesra Siapkan Pembinaan dan Pemberangkatan

    April 14, 2026
    1 2 3 … 3,056 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.