Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sekber Tiga Organisasi Media Resmi Terbentuk, Siap Kawal Kebijakan dan Cegah Pemimpin Terseret Hukum

    Mei 1, 2026

    Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Tantangan Dunia Kerja di Kaltim pada May Day 2026

    Mei 1, 2026

    Tragis di Balik Magang: Siswa di Samarinda Meninggal Mendadak Usai Keluhkan Sepatu Sempit

    Mei 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Fiskal Kaltim Diprediksi Turun, DPRD Soroti Kemandirian Daerah
    DPRD Kaltim

    Fiskal Kaltim Diprediksi Turun, DPRD Soroti Kemandirian Daerah

    SittiBy SittiJuni 13, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Pansus RPJMD DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Proyeksi fiskal Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk tahun 2026 diperkirakan menurun signifikan menjadi sekitar Rp18,78 triliun, dari sebelumnya berkisar antara Rp20 triliun hingga Rp21 triliun pada tahun anggaran 2025. Situasi ini memicu perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, yang menilai perlunya langkah konkret memperkuat kemandirian keuangan daerah.

    Syarifatul Sya’diah, Ketua Panitia Khusus (Pansus) RPJMD DPRD Kaltim sekaligus anggota Komisi III, menegaskan pentingnya mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer dari pusat. Ia mendorong optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) sebagai strategi utama menjaga stabilitas fiskal di tengah tren penurunan pendapatan.

    “Ini jadi salah satu usulan Fraksi Golkar. Kami mendorong Pemprov Kaltim untuk mengoptimalkan PAD, baik dari BUMD, pajak daerah, retribusi, maupun sektor potensial lainnya,” ujarnya usai Rapat Paripurna ke-18 DPRD Kaltim, Kamis 12 Juni 2025.

    Syarifatul menjelaskan, sektor-sektor unggulan seperti pertambangan batu bara, perkebunan kelapa sawit, serta jasa dan industri kreatif belum tergarap secara maksimal untuk mendukung PAD. Ia menilai peluang lokal sangat besar, tinggal bagaimana pemerintah provinsi berani menggarapnya secara agresif dan strategis.

    “Kalau belanja kita tinggi tapi pendapatan tidak diimbangi, ya kita akan terus defisit. Kita ingin Kaltim bisa meniru daerah seperti Surabaya atau Jakarta yang mandiri secara fiskal,” jelasnya.

    Menurutnya, memperkuat PAD bukan hanya soal menambah pemasukan, tapi juga memberikan ruang kendali lebih luas bagi daerah dalam menyusun arah pembangunan tanpa tekanan dari kebijakan pusat.

    “Kita punya banyak potensi. Tinggal bagaimana Pemprov bisa lebih aktif menarik peluang usaha dan memaksimalkan peran BUMD agar memberi kontribusi nyata bagi kas daerah,” tambahnya.

    Langkah ini juga sejalan dengan pembahasan RPJMD 2025–2029 yang kini tengah digodok di pansus. Penurunan fiskal disebut menjadi sinyal kuat bagi perlunya reformasi kebijakan fiskal daerah secara menyeluruh.

    DPRD berharap pemerintah provinsi segera menyusun strategi yang mencakup perbaikan tata kelola BUMD, intensifikasi dan ekstensifikasi pajak, hingga penciptaan ekosistem investasi yang sehat dan berkelanjutan.

    “Reformasi fiskal ini tidak bisa ditunda. Kalau tidak dimulai sekarang, kita akan kesulitan memenuhi pembiayaan pembangunan jangka menengah,” tegas Syarifatul.

    Dalam penyusunan RPJMD 2025–2029, DPRD mendorong agar isu kemandirian fiskal ini menjadi perhatian utama. Tidak hanya untuk menyesuaikan struktur belanja dan pendapatan, tapi juga sebagai langkah menuju pembangunan yang berkelanjutan, berbasis kekuatan lokal.

    PAD Pansus Syarifatul Syadiah
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Hak Angket DPRD Kaltim Masih Menggantung, Tarik Ulur Politik Fraksi Jadi Penghambat

    Mei 1, 2026

    DPRD Samarinda Soroti Kualitas Layanan Perumdam Meski Capaian Sudah 84 Persen

    April 28, 2026

    CFN Dorong UMKM dan PAD, Viktor Yuan: Berpotensi Jadi Tradisi Kota

    April 24, 2026

    Parkir Berlangganan Dinilai Berpotensi Bebani Masyarakat, DPRD Samarinda Soroti Keadilan Kebijakan

    April 22, 2026

    PAD Samarinda Lampaui Target, Kemandirian Fiskal Mulai Menguat

    April 22, 2026

    Evaluasi LKPj 2025, DPRD Samarinda Soroti PAD Belum Maksimal Meski Target Terlampaui

    April 22, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Sekber Tiga Organisasi Media Resmi Terbentuk, Siap Kawal Kebijakan dan Cegah Pemimpin Terseret Hukum

    Ratu ArifanzaMei 1, 2026

    Insitekaltim, Bandar Lampung – Kolaborasi tiga organisasi perusahaan media yang tergabung dalam konstituen Dewan Pers…

    Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Tantangan Dunia Kerja di Kaltim pada May Day 2026

    Mei 1, 2026

    Tragis di Balik Magang: Siswa di Samarinda Meninggal Mendadak Usai Keluhkan Sepatu Sempit

    Mei 1, 2026

    Perempuan Pekerja Samarinda Angkat Suara: Diskriminasi, Upah Murah, hingga Kekerasan Masih Jadi Realita

    Mei 1, 2026

    Hak Angket DPRD Kaltim Masih Menggantung, Tarik Ulur Politik Fraksi Jadi Penghambat

    Mei 1, 2026
    1 2 3 … 3,084 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.