Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    RTLH Harus Diintervensi Guna Dukung Percepatan Penurunan Stunting

    Juni 10, 2026

    Piala Dunia 2026 Dongkrak Antusiasme Warga, Warkop Siap Jadi Tempat Nobar

    Juni 10, 2026

    Patuh Pada Partai, PAN Klaim Tak Hadiri Sidang Paripurna Hak Angket

    Juni 10, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Disdikbud Kaltim Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah, Swasta Didukung untuk Gratis
    Diskominfo Kaltim

    Disdikbud Kaltim Pastikan Semua Anak Bisa Sekolah, Swasta Didukung untuk Gratis

    SittiBy SittiJuni 10, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Plt Kepala Disdikbud Kaltim Armin
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam proses pendidikan, meskipun menghadapi keterbatasan daya tampung di sekolah negeri.

    Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim Armin menegaskan komitmennya untuk menampung seluruh peserta didik, baik di sekolah negeri maupun swasta.

    “Saya katakan tidak mungkin anak tidak sekolah. Itu haknya,” tegas Armin usai rapat bersama Komisi IV DPRD Kaltim, Selasa 10 Juni 2025.

    Jika ada anak yang belum tertampung di sekolah, Armin meminta agar segera dilaporkan ke Disdikbud. Timnya akan mencarikan solusi secepat mungkin. Bahkan, bila rombongan belajar (rombel) sudah penuh, pihaknya tetap akan menerima siswa tambahan.

    “Kalau satu kelas sudah 38 orang, terus ada satu lagi datang, jadi 39, ya tidak apa-apa. Tambah saja, daripada tidak sekolah,” ujarnya.

    Armin juga menyinggung tentang regulasi nasional seperti Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 3 Tahun 2025 mengatur SPMB, yang dinilai implementasinya perlu menyesuaikan kondisi di daerah. Oleh karena itu, pemerintah provinsi mengambil kebijakan fleksibel demi memastikan semua anak mendapat hak pendidikan.

    “Kami tidak mungkin membiarkan anak tidak sekolah hanya karena aturan. Jadi kami cari cara, teknisnya nanti kita atur,” tambahnya.

    Pemerintah provinsi tidak hanya fokus pada sekolah negeri. Armin menekankan pentingnya peran sekolah swasta dalam mendukung pemerataan akses pendidikan. Terlebih di daerah-daerah yang secara geografis sulit dijangkau atau minim infrastruktur pendidikan.

    “Di daerah terisolir, anak-anak tetap harus sekolah. Kalau miskin, kami carikan sekolah. Kalau bisa negeri biar gratis. Tapi kalau harus ke swasta, kami juga dukung agar mereka tidak usah bayar,” ujarnya.

    Disdikbud Kaltim sedang mendorong kebijakan agar sekolah swasta dapat memberikan layanan gratis mulai tahun ini. Ini bisa tercapai melalui alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) dan Bantuan Operasional Sekolah Peserta didik (BOSP).

    “Kami harap sekolah swasta bisa ikut menggratiskan biaya sekolah. Apalagi sudah ada Bosda dan BOSP. Jadi tidak ada alasan lagi anak-anak tidak sekolah,” ucap Armin.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para kepala sekolah dan masyarakat yang aktif membantu mencarikan tempat bagi siswa yang belum tertampung. Armin meminta seluruh pihak tetap mengacu pada prosedur standar operasional (SOP) yang telah disusun, meski harus fleksibel dalam penerapannya.

    “Pesannya Pak Gubernur jelas, tolong SOP diikuti. Tapi kalau ada orang minta bantuan masuk sekolah, kita carikan cara agar bisa masuk,” pungkasnya.

    Kebijakan ini menjadi upaya nyata Disdikbud Kaltim untuk mengatasi ketimpangan akses pendidikan, khususnya di kota-kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan, serta daerah pelosok seperti Mahakam Ulu. Pemerintah provinsi optimis seluruh anak usia sekolah bisa mendapatkan tempat, baik di sekolah negeri maupun swasta. (Adv/DiskominfoKaltim)

    Editor: Sukri

    Armin Disdikbud kaltim Rombel SPMB
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Siswa Samarinda Tunjukkan Kualitas, Capaian TKA Melebihi Rata-Rata Nasional

    Juni 10, 2026

    SPMB Samarinda 2026 Serba Online, Simak Tahapan dan Jalur Pendaftarannya

    Juni 8, 2026

    Samarinda Terapkan 14 Rayon Strategis untuk SPMB 2026, Atasi Ketimpangan Akses Sekolah

    Mei 25, 2026

    Bantuan Seragam Gratispol Tuai Banyak Pujian, Siswa Nyaman Orang Tua Bahagia

    Mei 20, 2026

    Rudy Mas’ud Pastikan Segiri Bisa Dipakai Borneo FC Berlaga di Kancah Asia

    Mei 18, 2026

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    RTLH Harus Diintervensi Guna Dukung Percepatan Penurunan Stunting

    R’syaJuni 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Timur (Kaltim) Sunarto menegaskan perbaikan rumah tidak layak…

    Piala Dunia 2026 Dongkrak Antusiasme Warga, Warkop Siap Jadi Tempat Nobar

    Juni 10, 2026

    Patuh Pada Partai, PAN Klaim Tak Hadiri Sidang Paripurna Hak Angket

    Juni 10, 2026

    Tak Ikut Paripurna Angket, Sarkowi Konsisten Pilih Interpelasi

    Juni 10, 2026

    Peserta Gratispol Boleh Naik Kelas, tapi Perawatan Diusulkan Tak Lagi Ditanggung APBD

    Juni 10, 2026
    1 2 3 … 3,136 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.