Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Juli 2026 Uang Primer Tumbuh 17,1 Persen, Capai Rp2.254,5 Triliun

    Agustus 13, 2026

    Polda Kaltim Luncurkan URC Reserse, Respons Laporan Kejahatan 24 Jam

    Agustus 13, 2026

    Tegaskan HIV/AIDS Isu Kesehatan Masyarakat, IAC Minta Perda Baru Bebas Stigma dan Diskriminasi

    Agustus 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Gubernur Harum Ungkap Alasan Kelangkaan BBM di Balikpapan
    Diskominfo Kaltim

    Gubernur Harum Ungkap Alasan Kelangkaan BBM di Balikpapan

    SittiBy SittiMei 26, 2025Updated:Juni 3, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Gubernur Provinsi Kaltim, Rudy Mas'ud
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Masyarakat Kota Balikpapan sempat dibuat resah oleh kelangkaan BBM jenis Pertamax sejak pertengahan Mei 2025. Antrean panjang mengular di sejumlah SPBU, kendaraan bermotor mengantre berjam-jam bahkan semalaman, dan keresahan pun meluas di kota yang dikenal sebagai “Kota Minyak.”

    Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud (Harum) memberikan penjelasan mengenai penyebab gangguan tersebut. Menurutnya, situasi itu bukan karena habisnya stok BBM, melainkan karena pasokan yang datang tidak lolos uji kualitas.

    “Keterlambatan itu bukan karena tidak ada bahan bakarnya, tapi karena pasokannya harus diganti. Yang datang itu belum sesuai spesifikasi,” kata Harum saat ditemui di Kantor Gubernur Kaltim, Senin, 26 Mei 2025.

    Pasokan Pertamax ke Balikpapan sebenarnya sudah tiba sesuai jadwal. Namun, dalam pemeriksaan mutu yang dikenal sebagai proses onspek dan opspek, pasokan tersebut belum layak disalurkan.

    “Waktu itu kargonya sudah masuk, tapi karena hasilnya opspek, maka tidak bisa langsung dikirim ke SPBU. Harus diolah dulu agar sesuai standar,” lanjutnya.

    Ia menjelaskan bahwa BBM jenis gasolin seperti Pertalite dan Pertamax di Indonesia, termasuk Balikpapan, masih didatangkan dari impor. Sementara untuk jenis solar, seluruh kebutuhan nasional sudah dipenuhi dari produksi dalam negeri.

    “Kalau solar sudah tidak ada impor. Tapi Pertalite dan Pertamax masih impor,” jelasnya.

    Kelangkaan mulai terasa pada Jumat, 16 Mei 2025 dan situasinya memburuk dua hari kemudian. Saat itu, banyak SPBU kehabisan stok Pertamax, dan antrean kendaraan pun makin memanjang.

    Untuk mengatasi hal ini, Pertamina mendatangkan pasokan pengganti dari Kota Baru dan Banjarmasin. Namun, karena harus melalui jalur laut, waktu pengirimannya menjadi lebih lama.

    “Pasokan dari Banjarmasin dikirim lewat kapal. Dari Kota Baru ke Balikpapan perlu waktu sekitar 24 jam,” jelas Harum.

    Setelah tiba di Balikpapan, BBM tersebut masih harus dimasukkan ke tangki penyimpanan milik Pertamina sebelum bisa disalurkan ke SPBU. Prosedur ini merupakan bagian dari sistem kontrol mutu untuk memastikan keamanan dan kualitas bahan bakar.

    Distribusi kembali dilakukan secara bertahap mulai Senin malam, 19 Mei 2025. Antrean di SPBU perlahan berkurang, dan situasi mulai normal pada Jumat, 23 Mei 2025.

    “Sekarang Balikpapan sudah aman,” tutup Gubernur Harum.

    Kelangkaan Pertamax di Balikpapan ini menjadi contoh bagaimana ketatnya sistem pengendalian mutu bisa memengaruhi kelancaran distribusi. Meski berdampak pada masyarakat dalam beberapa hari, pengendalian mutu tetap dianggap penting demi menjaga kualitas BBM yang beredar di pasaran.

    Saat ini, distribusi BBM di Balikpapan sudah berjalan normal. Pemprov Kaltim bersama Pertamina terus melakukan koordinasi untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang. (ADV/Diskominfokaltim)

    Editor: Sukri

    BBM Gubernur Kaltim Kelangkaan BBM Pemprov Kaltim Rudy Mas'ud
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    4.047 Bendera Dibagikan di Kaltim, Kesbangpol Ajak Warga Kibarkan Merah Putih

    Agustus 9, 2026

    Beban Pertahankan Juara Umum, 57 Kafilah Kaltim Jalani TC Sebulan di Jakarta

    Agustus 9, 2026

    Turun ke Pesisir hingga Pedalaman, Rudy Mas’ud Dapat Apresiasi LPM RI

    Agustus 9, 2026

    Pemprov Kaltim Siapkan 250 Hektare Lahan di Teluk Balikpapan Guna Tambah PAD

    Agustus 8, 2026

    Pemprov Hidupkan Kembali Mal Lembuswana, Siapkan Revitalisasi dan Buka Peluang Investor

    Agustus 7, 2026

    Kaltim-Jateng Sepakati Kerja Sama 10 Sektor, Rudy Mas’ud Dorong Perluasan Komoditas di Luar Batu Bara

    Agustus 6, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Juli 2026 Uang Primer Tumbuh 17,1 Persen, Capai Rp2.254,5 Triliun

    Nur AjijahAgustus 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pertumbuhan Uang Primer (M0) pada Juli 2026 mencapai 17,1 persen secara tahunan…

    Polda Kaltim Luncurkan URC Reserse, Respons Laporan Kejahatan 24 Jam

    Agustus 13, 2026

    Tegaskan HIV/AIDS Isu Kesehatan Masyarakat, IAC Minta Perda Baru Bebas Stigma dan Diskriminasi

    Agustus 13, 2026

    Guru Masih Kurang 500 Orang, Disdikbud Samarinda Prioritaskan Perbaikan Sarpras Sekolah

    Agustus 13, 2026

    Penjangkauan HIV di Samarinda Makin Sulit, PKBI Soroti Pemangkasan Anggaran dan Penolakan Sosial

    Agustus 13, 2026
    1 2 3 … 3,276 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.