Insitekaltim, Samarinda – Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Ekonomi Industri Jasa dan Perdagangan Roby Ardiwidjaya menyebut bahwa wisata pedesaan memiliki potensi besar dalam mempertahankan budaya bangsa sekaligus mendorong percepatan pembangunan nasional.

Dalam webinar BRIN Insight Every Friday bertajuk “Wisata Pedesaan Mendukung Percepatan Pembangunan Nasional dari Pinggir Berbasis Daya Tarik Indonesia”, dirinya mengungkapkan bahwa budaya Indonesia yang unik harus menjadi fondasi utama dalam pengembangan pariwisata pedesaan.
“Wisatawan datang ke Indonesia mencari keunikan yang tidak mereka temukan di tempat lain. Desa-desa adalah garda terakhir keindonesiaan, tempat norma, adat istiadat, dan budaya lokal tetap bertahan. Berbeda dengan kota yang telah bercampur dan bersifat kontemporer,” ungkap Roby, Jumat (27/12/2024).
Ia juga mengingatkan adanya degradasi identitas bangsa akibat derasnya informasi dari luar. Roby menekankan bahwa pariwisata pedesaan dapat mengembalikan nilai-nilai budaya yang mulai luntur.
“Kita harap wisata pedesaan mampu mengangkat kembali norma, tradisi, adat, dan kelokalan masyarakat desa. Pariwisata ini bukan hanya tentang ekonomi, tetapi juga mempertahankan warisan bangsa,” sebutnya.
Menurut Roby, ada tiga langkah utama dalam mengembangkan pariwisata pedesaan yang berkelanjutan.
Pertama, analisis situasi untuk memahami kondisi desa. Kedua, formulasi strategi berdasarkan potensi dan kebutuhan lokal. Ketiga, implementasi strategi dengan melibatkan semua pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.
Ia juga menyoroti pentingnya atraksi wisata yang khas dan unik sebagai daya tarik utama.
Sebagai contoh, ia menyebut Pulau Komodo yang terkenal dengan atraksi komodo dan tetap diminati meski harga tiketnya mencapai jutaan rupiah.
Selain itu, fasilitas pendukung seperti penginapan, restoran, kamar kecil, penukaran uang, dan tempat souvenir harus tersedia untuk memenuhi kebutuhan wisatawan, terutama mancanegara.
Namun, ia mengingatkan bahwa pembangunan pariwisata harus dilakukan dengan bijak agar tidak merusak lingkungan.
“Wisata pedesaan dapat menjadi mesin ekonomi sekaligus mempercepat pembangunan. Tetapi, kita harus sadar bahwa eksploitasi besar-besaran dapat merusak alam. Pendekatan berbasis keberlanjutan menjadi kunci,” tegasnya.
Roby berharap wisata pedesaan dapat menjadi solusi nyata untuk mempertahankan budaya, mendukung ekonomi, dan mempercepat pembangunan di daerah-daerah pinggiran.
“Pariwisata pedesaan bukan hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga menjaga budaya sebagai identitas bangsa,” tutupnya.