Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kemarau Tekan Panen Kaltim, Bulog Andalkan Pasokan Beras dari Sulsel dan Jatim

    September 24, 2026

    Transisi Global Fund, Kaltim Mulai Hitung Kebutuhan Anggaran Penanggulangan HIV/AIDS

    September 23, 2026

    KPK Supervisi Perencanaan APBD Kaltim, Pemprov Siapkan Penyesuaian untuk RAPBD 2027

    September 23, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Bontang»Dapat Bankeu Rp132 Miliar, DPRD Bontang Minta Pemkot Susun Strategi Penanganan Stunting
    DPRD Bontang

    Dapat Bankeu Rp132 Miliar, DPRD Bontang Minta Pemkot Susun Strategi Penanganan Stunting

    AminahBy AminahOktober 29, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang Heri Keswanto
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Bontang – DPRD Kota Bontang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) untuk segera menyusun strategi yang jelas dalam memanfaatkan bantuan keuangan (Bankeu) senilai Rp132 miliar dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

    Dana bantuan ini difokuskan untuk peningkatan infrastruktur dan program pengentasan stunting. Ketua Komisi A DPRD Bontang Heri Keswanto, menekankan bahwa perencanaan yang tepat diperlukan agar penggunaan dana ini efektif dan memberi dampak maksimal bagi masyarakat, khususnya dalam menurunkan angka stunting.

    Menurut Heri, besar kecilnya anggaran yang tersedia tidak akan berpengaruh jika tidak dibarengi dengan strategi penanganan yang terarah. Ia menyebutkan pentingnya pemetaan dan rancangan khusus agar anggaran dapat tepat sasaran.

    “Begini, melihat cukup atau tidaknya dilihat dari strategi penanganannya. Kalau strategi penanganannya saat ini belum jelas, artinya kita tidak tahu ukuran kecukupan keuangan itu bagaimana,” ujar Heri, Senin (28/10/2024).

    Heri juga mengusulkan agar Pemkot Bontang mengalokasikan dana untuk pendampingan intensif pada anak-anak yang terdampak stunting.

    Setiap anak dengan kondisi stunting sebaiknya mendapat anggaran khusus dan pendampingan gizi untuk meningkatkan kualitas kesehatan mereka.

    Pendampingan ini diharapkan dapat mencakup pemberian edukasi gizi kepada keluarga sebagai upaya penanganan jangka panjang.

    “Kalau uang ini cukup, usulan saya adalah ada pendampingan khusus untuk setiap anak yang terkena stunting. Misalnya, setiap anak diberikan anggaran sekitar satu juta rupiah, disertai dengan pendampingan pembelajaran gizi,” jelas Heri.

    Selain itu, program dari Pemprov juga mencakup Pemberian Makanan Tambahan (PMT) selama 65 hari. Heri menilai bahwa program PMT ini perlu dievaluasi lebih lanjut, terutama untuk memastikan apakah program tersebut berkelanjutan dan berdampak positif dalam menurunkan stunting.

    Ia menyarankan agar Pemkot Bontang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk memperoleh data lengkap mengenai kelanjutan dan hasil dari program PMT.

    “Untuk kelanjutan PMT, baiknya ditanyakan langsung ke Dinas Kesehatan, karena mereka yang bisa menjawab secara detail,” tambahnya.

    Heri berharap agar Pemkot dan dinas-dinas terkait segera merancang strategi yang konkret dalam memanfaatkan dana bankeu ini. Ia juga menyebutkan bahwa DPRD akan memantau penggunaan anggaran ini untuk memastikan anggaran tepat sasaran dan efektif dalam penanganan stunting di Kota Bontang.

    DPRD Bontang Heri Keswanto Pemkot Bontang Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    Wahyu Hernaningsih Dorong Perempuan Kaltim Kelola Emosi dan Kesehatan Mental, Bidik Zero Stunting

    Agustus 18, 2026

    WiFi Gratis Bontang Mulai Pulih, Bontang Baru dan Loktuan Kembali Aktif

    Agustus 12, 2026

    WiFi Gratis di Sejumlah Titik Bontang Terganggu akibat Kabel Fiber Optik Terputus

    Agustus 12, 2026

    BKKBN Kaltim Perkuat Intervensi Non-Nutrisi untuk Tekan Stunting

    Juli 20, 2026

    Lampaui Target Nasional, Stunting di Samarinda Turun Jadi 17,13 Persen

    Juli 14, 2026

    Program MBG Belum Bisa Jadi Tolok Ukur Penurunan Stunting di Samarinda

    Juli 13, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kemarau Tekan Panen Kaltim, Bulog Andalkan Pasokan Beras dari Sulsel dan Jatim

    IraSeptember 24, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Musim kemarau berkepanjangan mulai berdampak pada produksi padi di Kalimantan Timur (Kaltim).…

    Transisi Global Fund, Kaltim Mulai Hitung Kebutuhan Anggaran Penanggulangan HIV/AIDS

    September 23, 2026

    KPK Supervisi Perencanaan APBD Kaltim, Pemprov Siapkan Penyesuaian untuk RAPBD 2027

    September 23, 2026

    Sodetan KM 2 Loa Janan Ulu Terancam Timbulkan Masalah Baru, Sungai Penerima Belum Ditangani

    September 23, 2026

    SK Nomor Tanding Terbit, Samarinda Masih Menanti THB Porprov 2026

    September 23, 2026
    1 2 3 … 3,360 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.