Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Samsun Tegaskan Polemik Bankeu Jangan Hambat Aspirasi Rakyat

    Maret 30, 2026

    Kurang Sepaham Soal Kamus Usulan, DPRD Kaltim Dorong Penyesuaian dengan RPJMD

    Maret 30, 2026

    160 Usulan Pokir Menggantung, DPRD Kaltim Soroti Mandeknya Kesepakatan RKPD

    Maret 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Bontang»Anggaran Stunting Terbagi di 9 OPD, Heri Keswanto Soroti Efektivitasnya
    DPRD Bontang

    Anggaran Stunting Terbagi di 9 OPD, Heri Keswanto Soroti Efektivitasnya

    SittiBy SittiOktober 29, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang Heri Keswanto
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Bontang – Ketua Komisi A DPRD Kota Bontang Heri Keswanto, mengungkapkan perlunya evaluasi terhadap anggaran penanganan stunting yang tersebar di sembilan organisasi perangkat daerah (OPD).

    Evaluasi ini bertujuan agar penggunaan anggaran bisa lebih efisien dan benar-benar mendukung upaya penurunan stunting di Bontang. Sebanyak sembilan OPD terlibat dalam penanganan stunting, di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Keluarga Berencana, Dinas Pendidikan, serta beberapa dinas lain yang bekerja bersama dalam program ini.

    “Kita lihat dulu dari sembilan OPD ini, apakah sudah melakukan hal yang sama dalam penanganan stunting. Jangan sampai ada OPD yang tidak fokus. Jika ada yang tidak sesuai, anggarannya bisa kita kerucutkan, atau kita serahkan langsung ke Dinas Kesehatan agar lebih terarah,” ungkap Heri, Senin (28/10/2024).

    Heri menyebutkan, DPRD akan mengevaluasi setiap program yang berjalan di OPD terkait, sehingga anggaran yang dialokasikan bisa dimanfaatkan secara optimal. Dalam catatan DPRD, sembilan OPD saat ini menangani berbagai aspek program stunting, termasuk Dinas Kesehatan, Baperida, dan Dinas Ketahanan Pangan.

    Heri juga membuka kemungkinan penambahan anggaran jika angka stunting tidak menunjukkan penurunan yang diharapkan. Namun, penambahan anggaran akan dilakukan setelah evaluasi mendetail terhadap program-program yang sudah dijalankan oleh sembilan OPD tersebut.

    “Kalau angka stunting ini tidak turun secara signifikan, ya mau tidak mau anggarannya harus ditambah. Tapi kita lihat dulu, apakah sembilan OPD ini sudah bekerja maksimal atau belum. Jangan sampai hanya Dinas Kesehatan yang bekerja,” tambah Heri.

    Heri turut menyoroti alokasi dana sebesar Rp27 miliar di Dinas Kesehatan, yang sebagian besar digunakan untuk Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ketimbang penanganan stunting. Ia menilai, ada baiknya anggaran difokuskan pada program-program yang langsung berkaitan dengan stunting daripada dialokasikan untuk sektor yang tidak langsung terkait.

    “Contohnya, Dinas Kesehatan memiliki Rp3 miliar. Nah, kalau di Dinas PU berapa? Kita akan periksa alokasinya. Jangan sampai anggaran berlebihan. Kita harus tahu jumlah yang tepat,” ungkap Heri.

    Melalui evaluasi ini, DPRD Kota Bontang berharap agar alokasi anggaran stunting dapat lebih efektif di bawah pengawasan masing-masing OPD yang terlibat, sehingga upaya penurunan angka stunting di kota ini bisa tercapai dengan baik.

    DPRD Bontang Heri Keswanto Stunting
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Cegah Stunting Sejak Dini, DPRD Samarinda Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

    Februari 6, 2026

    Inovasi Penanganan Stunting, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan, Data Pasien Divalidasi Mandiri

    Februari 5, 2026

    Camat Samarinda Ilir Tegaskan Musrenbang Bukan Sekadar Formalitas, Jadi Penentu Arah Pembangunan Warga

    Februari 5, 2026

    Kaltim Hadapi Tantangan Tekan Stunting Baru Lahir, Dinkes Fokus Perkuat Intervensi pada Ibu Hamil

    Agustus 15, 2025

    DPRD Kawal Gratispol dan Jospol untuk Turunkan Stunting Kaltim

    Agustus 11, 2025

    Kukar Sukses Turunkan Stunting, Tetap Waspada Angka Kematian Ibu dan Anak

    Juli 4, 2025
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Samsun Tegaskan Polemik Bankeu Jangan Hambat Aspirasi Rakyat

    RidhoMaret 30, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan polemik antara DPRD…

    Kurang Sepaham Soal Kamus Usulan, DPRD Kaltim Dorong Penyesuaian dengan RPJMD

    Maret 30, 2026

    160 Usulan Pokir Menggantung, DPRD Kaltim Soroti Mandeknya Kesepakatan RKPD

    Maret 30, 2026

    Disdikbud Samarinda Ungkap Kendala Sistem TPG, Perbaikan Data Bergantung pada Operator Sekolah

    Maret 30, 2026
    Our Picks

    Samsun Tegaskan Polemik Bankeu Jangan Hambat Aspirasi Rakyat

    Maret 30, 2026

    Kurang Sepaham Soal Kamus Usulan, DPRD Kaltim Dorong Penyesuaian dengan RPJMD

    Maret 30, 2026

    160 Usulan Pokir Menggantung, DPRD Kaltim Soroti Mandeknya Kesepakatan RKPD

    Maret 30, 2026

    Disdikbud Samarinda Ungkap Kendala Sistem TPG, Perbaikan Data Bergantung pada Operator Sekolah

    Maret 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.