Reporter : Samuel – Editor : Redaksi
Insitekaltim, Samarinda – Kondisi pandemi yang tidak memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka mengharuskan Pemprov Kaltim menyiasati kebutuhan siswa dengan memberikan kuota internet agar dapat belajar secara online.
Namun, tidak semua daerah memiliki akses internet. Hal itu yang menyebabkan Telkomsel makin gencar mendirikan Base Transceiver Station (BTS) untuk mengurangi blankspot (titik tidak ada sinyal) di beberapa daerah di Kaltim.
“Pada dasarnya, setiap tahun Telkomsel terus melakukan pembangunan BTS baru hingga saat ini. Termasuk untuk memenuhi lokasi yang belum terjangkau dengan maksimal,” ucap General Manager Consumer Sales Telkomsel Regional Kalimantan Ismu Widodo dalam rilisnya Senin (24/8/2020) sore.
Selain itu, seperti yang diberitakan sebelumnya, Pemprov Kaltim berencana memberikan bantuan berupa kuota internet dengan nilai total anggaran sebesar Rp90 miliar.
Ismu menjelaskan bahwa pihak Telkomsel telah berkoordinasi dengan pemprov terkait hal tersebut, meski hingga saat ini belum ada pencairan anggaran dari Pemprov Kaltim. Pemprov menjanjikan realisasi pencairan secepat mungkin
“Kami sudah ada komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Kaltim dan saat ini masih berjalan prosesnya. Semoga bisa segera terealisasi secepatnya untuk membantu orang tua siswa maupun mahasiswa di Kalimantan Timur dalam pemenuhan kuota internet pada proses pembelajaran secara daring saat ini,” pungkas Ismu Widodo.
