Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kanada Pesta Gol ke Gawang Qatar, Kemenangan 6-0 Ukir Sejarah Baru di Piala Dunia 2026

    Juni 19, 2026

    Sekolah Berkeadilan Tak Bisa Lahir dari SPMB yang Bermasalah

    Juni 19, 2026

    Titipan dan Jual Beli Kursi Jadi Musuh Utama SPMB 2026, Disdikbud Kaltim Siapkan Sanksi Berat

    Juni 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Daerah»Masih Sistem Online, Sekolah di Samarinda Bakal Dapat Jatah Rp 5 Juta untuk Kuota Internet
    Daerah

    Masih Sistem Online, Sekolah di Samarinda Bakal Dapat Jatah Rp 5 Juta untuk Kuota Internet

    AdminBy AdminAgustus 18, 202002 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter : Samuel Editor : Redaksi

    Insitekaltim, Samarinda – Bekerja sama dengan PT Telkomsel, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Samarinda akan menyediakan jatah kuota minimal senilai Rp5 juta untuk tiap-tiap sekolah di Samarinda.

    Kegiatan belajar mengajar masih menggunakan sistem online imbas pandemi Covid-19. Sehingga mau tidak mau, ketersediaan kuota internet menjadi kendala.

    Di Kota Tepian, terdapat total 310 sekolah negeri setingkat SD dan SMP yang semuanya menggunakan sistem online. Solusinya, Disdik Kota Tepian melakukan kerja sama dengan PT Telkom Seluler (Telkomsel) untuk kebutuhan kuota internet menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Nasional.

    Kepala Dinas Pendidikan Samarinda Asli Nuryadin mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan potongan harga sebab pihaknya telah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak Telkomsel.

    “Saya jelaskan dulu ya. Kalau harga reguler Rp100 ribu dapat 15 giga byte (GB). Kalau Rp5 juta dapat 750 GB. Dalam Memorandum of Understanding (MoU) kami dengan Telkomsel minimal Rp5 juta sudah mendapat 1.500 GB,” ucap Asli, Selasa (18/8/2020).

    Asli kemudian menjelaskan bahwa pembagian kuota ke peserta didik ini menggunakan aplikasi yang disiapkan oleh Telkomsel. Rencananya, operator akan langsung mengirimkan kuotanya.

    “Kalau operatornya ini dari sekolah. Sehingga, lebih instan. Sekolah tidak harus memberikan satu per satu ke peserta didik, kan pasti lebih rumit,” sambung Asli.

    Ia mengatakan bahwa pembagian akan dilakukan menyesuaikan kebutuhan sekolah. Sehingga Disdik tidak akan membatasi jumlah kuota yang diminta sekolah.

    Sekolah juga nantinya berkomunikasi langsung dengan Telkomsel, terkait kebutuhan kuota internet tersebut. Sehingga pihak Disdik akan melakukan monitoring saja. Jumlah peserta didik juga bukan menjadi masalah, sebab sekolah yang memiliki peserta didik sedikit bisa bergabung dengan sekolah terdekat.

    Kepada awak media, Asli juga menjelaskan bahwa peserta didik juga nantinya akan didata. Sebab tidak semua sekolah memiliki fasilitas yang sama.

    “Dari Kementerian membebaskan menggunakan dana BOS-Nas itu untuk menunjang sistem belajar mengajar menggunakan sistem online. Bahkan, guru pun mendapatkan jatah. Kalau ada guru yang melakukan kunjungan akan diberikan uang transport,” pungkasnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    Sekolah Berkeadilan Tak Bisa Lahir dari SPMB yang Bermasalah

    Juni 19, 2026

    Titipan dan Jual Beli Kursi Jadi Musuh Utama SPMB 2026, Disdikbud Kaltim Siapkan Sanksi Berat

    Juni 19, 2026

    Belajar dari Polemik Guru, DPRD Dorong Penguatan Beasiswa Ikatan Dinas Medis Kaltim

    Juni 18, 2026

    Sengketa Lahan Yayasan Melati Belum Berakhir, Kadisdikbud Kaltim Prioritaskan Stabilitas

    Juni 18, 2026

    PDIP Desak Evaluasi Aturan Desil SPMB, Dinilai Menyulitkan Warga Miskin dan Memicu Ketimpangan Baru

    Juni 17, 2026

    Distribusi Guru Tak Merata, Sekolah di Kaltim Terpaksa Berbagi Tenaga Pengajar

    Juni 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kanada Pesta Gol ke Gawang Qatar, Kemenangan 6-0 Ukir Sejarah Baru di Piala Dunia 2026

    R’syaJuni 19, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Tim nasional Kanada mencatat hasil bersejarah pada lanjutan fase grup Piala Dunia…

    Sekolah Berkeadilan Tak Bisa Lahir dari SPMB yang Bermasalah

    Juni 19, 2026

    Titipan dan Jual Beli Kursi Jadi Musuh Utama SPMB 2026, Disdikbud Kaltim Siapkan Sanksi Berat

    Juni 19, 2026

    Fokus Utama Layanan Pemda, HIV Masih Jadi Tantangan Kesehatan, Samarinda Catat 492 Kasus Sepanjang 2025

    Juni 19, 2026

    Belum Berdampak Signifikan, Pemkot Samarinda Perketat Pemantauan Inflasi Kenaikan BBM

    Juni 19, 2026
    1 2 3 … 3,156 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.