
Reporter : Yuli – Editor : Redaksi
Insitekaltim, Bontang – Komisi II dan III DPRD Bontang, menggelar rapat dengar pendapat bersama PDAM Tirta Taman Bontang, di ruang sekretariat DPRD Bontang, Jumat (15/5/2020).
Rapat tersebut digelar lantaran banyaknya keluhan warga akan sulitnya mendapatkan air PDAM, lantaran beberapa hari air PDAM tidak mengalir, menanggapi hal tersebut akhirnya DPRD Komisi II dan II memanggilan manajemen PDAM.
Sebagai pemimpin rapat, Ketua Komisi III, Amir Tosinah langsung mempertanyakan ke pihak PDAM mengapa beberapa wilayah di Bontang mengalami terhentinya pasokan air dari PDAM Tirta Taman Bontang.
“Tolong dijelaskan mengapa beberapa hari ini banyak warga yang melaporkan keluhannya air PDAM mati, apakah itu karena gratis sehingga pihak PDAM membatasi pengaliran air,”ujar Amir Tosinah.
Menanggapi hal itu, Direktur PDAM Tirta Taman Bontang, Suramin menjelaskan, di daerah Kanaan mengalami kerusakan pompa, dan selama masa perbaikan, pompa sudah baik biasanya butuh waktu berhari hari baru pengaliran bisa berjalan normal.
“Kami tidak melakukan pembatasan pengaliran, di wilayah Kanaan mengalami kerusakan pada pompa sehingga pengaliran ke rumah warga terpaksa terhenti sementara, namun jika sudah selesai perbaikan maka pengaliran akan kembali seperti semula namun membutuhkan waktu agar pengaliran berjalan normal,”terangnya.
Selain itu, Suramin juga menjelaskan, saat ini Bontang kerisis air baku, sehingga pihak PDAM terus berputar otak untuk berupaya mencukupi kebutuhan air masyarakat Bontang.
“Kami terus berupaya maksimal untuk masyarakat Bontang, namun kesediaan air baku saat ini sangat minim, sehingga upaya yang kami lakukan juga sulit,”jelasnya.
Dengan penurunan air tersebut, PDAM terpaksa melakukan pergantian jam aliran di dua zona, yaitu di jam 7-1 siang untuk zona atas, dan Jam 1- 7 pagi di Zona Bawah.
“Jadi air setiap hari mengalir hanya saja bergantian karena air baku yang terbatas,”ujarnya.

