
Reporter: Yuli – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Bontang –Komisi II dan Komisi III DPRD Bontang, gelar pertemuan dengar pendapat bersama pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Bontang. Pertemuan kedua belah pihak digelar diruangan rapat Sekretariat DPRD Bontang, Jumat (15/5/2020) di Bontang Lestari Kota Bontang.
Rustam Ketua Komisi II DPRD Kota Bontang, mempertanyakan segala keluhan warga yang didapatkan, salah satunya tagihan listrik non-subsidi yang melonjak naik pada bulan lalu. Tidak hanya itu warga juga mengeluhkan PLN kerap kali melakukan pembongkaran paksa pada trafo warga tanpa pemberitahuan pemilik rumah.
“Saya banyak mendapatkan laporan warga mereka mengeluhkan pembayaran listrik pada april lalu yang melonjak naik drastis dari bulan bulan sebelumnya, apakah ini merupakan subsidi silang,”sebut Rustam.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Dwi Ferry Arianto Manajer, Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bontang, membantah kenaikan listrik yang melonjak di bulan lalu, bukan subsidi silang, melainkan berdasarkan pemakaian masing masing.
“Lonjakan tarif itu tidak ada. Kenaikan itu bisa cek. Semisalnya beli voucer listrik Rp 100 ribu dapatnya berapa KWH. Terus lakukan perbandingan antara pembelian bulan sebelumnya dengan yang sekarang, saya pastikan hasilnya akan sama,”jelasnya
Dwi, mengaku rekening dengan pemakaian bulan April dan Maret tidak dilakukan pencatatan meter, karena banyak daerah yang melakukan karantina wilayah, lantaran ada pandemi Covid-19. Sehingga besaran beban tagihan listrik mengacu pada perhitungan pemakaian rata-rata selama 3 bulan sebelumnya, yakni Desember, Januari dan Februari.
“Selama adanya pandemi memang kita tidak melakukan pencatatan meteran, jadi kami melakukan perhitungan dari tiga bulan sebelumnya yaitu terhitung Desember sampai Febuari, pemakaian tersebut kita tambahkan lalu di bagi 3. Hasil tersebut kami ambil yang merupakan angka rata rata dari pemakaian,”jelasnya.
Ia, mengatakan ada sekitar 181 pelanggan PLN mengalami kenaikan tagihan pembayaran. Dari 181 orang itu telah mendatangi Kantor PLN untuk berkeluh kesah.
“Kami sudah kasih penjelasan, dari 181 itu kami menemukan ada 3 pelanggan mengalami kenaikan karena ada kekeliruan pencatatan KWH meter, tetapi semuanya sudah clear,” terangnya.
Dwi mengingatkan, kepada masyarakat agar tak terjadi kekeliruan kembali. Ia meminta masyarakat melakukan pencatatan secara mandiri dengan melaporkan stand meter pelanggan ke nomor WhatsApp PLN 08122-123-123.

