
Reporter: Dina – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Samarinda – Data penerima Bantuan Sosial (Bansos) Provinsi Kaltim masih berkisar 60 ribu orang. Total kapasitas yang diberikan sebanyak 120,5 ribu orang dari data di 10 kabupaten/ kota se-Kaltim.
Dikonfirmasi kepada Ketua Panitia Khusus (Pansus) penanganan Covid-19, Hasanuddin Mas’ud, di Gedung DPRD Kaltim, Selasa (5/5/2020). Ia menyampaikan ada surat masuk dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), bahwa data yang masuk harus terverifikasi dan valid.
“Sehingga tidak boleh asal-asalan. Karena berdampak pada masalah baru nantinya. Jadi saat ini kami sedang melakukan proses dengan kehati-hatian, agar tidak terjadi masalah,” jelasnya.
Ketua Komisi III ini mengatakan, data tersebut harus masuk di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), sedangkan non-DTKS tidak akan dimasukan.
Kedua ada jalur khusus yang diberikan provinsi, misalnya tidak ada pada data Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), maka akan diberikan melalui jalur khusus, kemudian diberikan pada sekretaris daerah (Sekda) Kaltim, nantinya akan diverifikasi kembali.
“Memang pendataan ini agak susah, karena ditakutkan terjadi data ganda penerima,” paparnya.
Kata dia, sebenarnya sejak awal pemerintah ingin langsung memberikan bantuan tersebut. Namun karena ada aturan dari KPK, tidak mengizinkan seperti itu. “Terpenting semua bisa tersalurkan, walaupun dengan proses yang cukup lama,” pungkasnya.


Tidak ada komentar
Mf aku IRwan cacat dari lahir hanya sekali dapat bantuan dari bansos dari dana kartu ASDP sekali cair tahun 2019 sampai detik ini belum cair. Dn sembako keluar setiap bulan aku tidak perna menerima bantuan sembako sampai detik ini dari pusat dibagikan kementrian sosial samarinda
Dan aku ajukan minta kartu PKH malah aku diancam mau dipenjarakan jika aku menuntut mendapatkan sembako dan kartu PKH dari Dina sosial Samarinda jalan Dahlia. Yg saksi semua org kantor sosial jln dahlia haruskan aku mendapatkan bantuan setahun sekali sedangkan aku dn keluarga butu makan dn belanja tiap hari BP/ibu