Reporter: Dina – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Samarinda – Saat ini masyarakat dianjurkan selalu berada di rumah. Guna membantu pemerintah memutus mata rantai penyebaran virus corona. Ternyata, hal tersebut tidak diindahkan dengan baik. Bahkan mereka, masih kerap melakukan balapan liar di sejumlah ruas jalan di Kota Samarinda.
Kasat Lantas, Polresta Samarinda, Kompol Erick Budi Santoso, diwawancarai via telepon, Selasa (7/4/2020), mengatakan, hampir setiap malam pihaknya melakukan operasi jalan. Serta melakukan tindakan penangkapan kepada pembalap liar.
“Upaya demi upaya selalu dilakukan, agar memberi efek jera kepada pembalap liar. Namun masih saja tak diindahkan,” ujarnya.
Ia menerangkan, pihaknya selalu melakukan razia serta penangkapan. Menyita sepeda motor agar mereka jera melakukan aksi balap liar ini. Apalagi saat ini melakukan aktivitas diluar rumah sangat tidak memungkinkan. “Karena itu, kami mengamankan sementara hingga kondisi aman, agar mereka tidak melakukan hal serupa,” ujarnya.
Erick menjelaskan, sebanyak 80 kendaraan roda dua diamankan Satlantas Polresta Samarinda. Ada beberapa rute sering digunakan balapan liar. Seperti simpang empat Lembuswana, hingga Jalan dr Soetomo. Jalan A Yani, Letjend Suprapto dan S Parman. Ruas Jalan DI Pandjaitan, serta Jalan Abdul Wahab Sjahranie. Ruas jelan tersebut dalam pengawasan polisi. Karena sering dijadikan jalur alternatif ketika petugas berjaga di simpang empat Lembuswana.
“Semua tempat tersebut kita jaga ketat, agar hal serupa tidak terulang kembali,” sambungnya.
Lebih lanjut, Satlantas akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Samarinda, untuk melakukan penindakan tegas. Agar semua elemen saling bahu membahu dalam mengamankan kondisi saat ini.
“Harapannya Disdik Samarinda, bisa memberikan imbauan kepada sekolah-sekolah, yang disampaikan kepada siswanya. Agar menasehati, selain memberikan tugas rumah, juga mengedukasi terkait bahaya Covid-19, serta aturan berkendara,” ujarnya.
Ia menambahkan, support orangtua di rumah sangat penting. Mensukseskan program saat ini. Karena waktu anak lebih banyak bersama orang tua dirumah. “Kami berharap adanya kerja sama dari keluarga di rumah, agar anak mereka tak keluar terlebih melakukan balapan liar. Selain kesehatan ini soal keselamatan anak anda,” pungkasnya.

