Reporter: Hilda – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Samarinda – Bertempat di Jalan Rapak Indah, Loa Bakung, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) menggelar press release akhir tahun, sebagai bentuk pemaparan laporan kinerjanya selama setahun terakhir, Senin (30/12/2019).
Raja Haryono Kepala BNNP Kaltim, memulai pemaparannya dari laporan bidang jumlah pencegahan di 2019 sebanyak 547 kali kegiatan dengan jumlah peserta 575.724 orang.
Adapun kegiatan yang dilakukan adalah diseminasi informasi yang berupa penyuluhan kepada pelajar, masyarakat, pegawai instansi pemerintah, dan swasta.
Sedangkan, kegiatan program advokasi masyarakat berhasil membentuk 120 relawan yang berfungsi menerapkan wawasan lingkungan anti narkoba.
Tidak sampai disitu, BNNP turut membentuk penggiat anti narkoba sebanyak 330 orang yang berfungsi menggerakkan masyarakat sekitar untuk menolak keberadaan narkoba.
Terakhir, bidang pencegahan telah melakukan tes urine sebanyak 7.742 orang, sebagai bentuk pelayanan masyarakat dalam menerbitkan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika (SKHPN).
“575.724 orang ini yang mengikuti kegiatan pencegahan yang dilakukan BNNP beserta jajaran,” jelasnya.
Ia lantas melanjutkan membacakan laporan, dari bidang rehabilitasi telah melaksanakan layanannya kepada 743 orang. Pelayanan assessment turut dilaksanakan kepada 77 orang dan assessment medis terhadap 79 orang.
“Tim assessment ini yang menentukan apakah orang tersebut bisa direhabilitasi atau tidak. Di 2019 sudah terlaksana sebanyak 77 kali,” terangnya.
Lebih lanjut, Raja menyatakan selama 2019 BNNP telah mengungkap 72 kasus secara internal. Dari total kasus, ditetapkan 216 tersangka dengan mengamankan barang bukti salah satunya berupa Shabu seberat 4650,51 gram.
Raja turut menyampaikan bahwa BNNP berupaya mengaplikasikan Instruksi Presiden No.6 tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Instansi Pemerintah secara menyeluruh.
“Ditujukan kepada TNI, Polri, dan ASN. Di BNNP sendiri, di awal dan pertengahan tahun telah melaksankan tes urine. Syukur, 200 lebih kita periksa negatif,” pungkasnya.

