Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda resmi menggelar seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026 dengan jumlah peserta mencapai 277 pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.
Ketua Panitia Seleksi Paskibraka Kota Samarinda Neneng Chamelia Santi menjelaskan, proses seleksi dilakukan secara bertahap dan ketat, dimulai dari administrasi hingga penilaian akhir.
“Seleksi diawali dari administrasi, kemudian dilanjutkan tes wawasan kebangsaan, tes intelijensi umum, kesehatan, parade, hingga seleksi Peraturan Baris Berbaris (PBB),” ujarnya, Sabtu 4 April 2026.
Ia mengatakan seleksi PBB menjadi salah satu tahapan paling krusial karena merupakan syarat utama dalam menentukan kelayakan peserta.
Selain itu, peserta juga akan menjalani seleksi kepribadian sebelum masuk ke tahap akhir penilaian oleh tim.
“Seluruh tahapan berlangsung dari 4 sampai 21 April. Nantinya akan dipilih 42 peserta terbaik, dengan tiga pasang mewakili ke tingkat provinsi dan sisanya bertugas di tingkat kota pada peringatan 17 Agustus,” jelasnya.
Neneng juga menambahkan, pemeriksaan kesehatan menjadi bagian penting dalam seleksi, yang mencakup standar umum seperti kondisi fisik dan tinggi badan peserta.
Sementara itu Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri, menyebut antusiasme peserta tahun ini sangat tinggi.
“Pesertanya 277 orang, ini menunjukkan minat anak-anak sangat luar biasa, meskipun tentu tidak semuanya bisa lolos,” katanya.
Ia berharap seleksi ini tidak hanya menghasilkan petugas pengibar bendera, tetapi juga membentuk karakter generasi muda.
“Anak-anak ini dididik untuk disiplin, integritas, serta adab dan sopan santun. Harapannya mereka bisa menjalankan tugas dengan baik dan menjadi generasi yang bisa diandalkan,” ujarnya.
Menurutnya, proses seleksi harus dijalankan secara objektif dan profesional agar menghasilkan Paskibraka yang berkualitas.
“Panitia harus menjalankan seleksi dengan baik dan benar, sehingga hasilnya benar-benar maksimal,” pungkasnya.

