Insitekaltim, Samarinda – Gema takbir dan lantunan ayat suci Al-Qur’an menandai dimulainya malam pertama ibadah tarawih di Masjid Raya Darussalam Kota Samarinda.

Suasana Ramadan tahun ini terasa jauh lebih istimewa bagi masyarakat Kota Tepian. Pasalnya, masjid bersejarah ini baru saja bersolek melalui renovasi besar-besaran dan telah diresmikan oleh Walikota Samarinda pada Jumat, 13 Februari 2026 lalu.
Sejak petang, arus jamaah tampak mengalir deras memadati area masjid. Wajah baru arsitektur masjid yang lebih segar dan megah menjadi magnet tersendiri bagi warga yang rindu beribadah di sana.
Bendahara Umum Masjid Raya Darussalam, Nanang Sulaiman atau yang akrab disapa Abah Nanang mengungkapkan rasa syukurnya melihat antusiasme masyarakat pada malam perdana ini.
Menurut pantauannya, area lantai bawah hampir terisi penuh oleh jamaah yang datang dari berbagai penjuru kota.
“Alhamdulillah hari pertama ini jamaah sangat luar biasa, mengisi sekitar tiga perempat dari kapasitas lantai bawah. Tadi kami hitung ada sekitar 10 sampai 15 shaf yang terbentuk,” ujar Abah Nanang saat ditemui setelah solat terawih Kamis, 18 Februari 2026.
Meskipun biasanya jumlah jamaah cenderung melandai di pertengahan bulan, Abah Nanang menaruh harapan besar agar semangat ini tetap terjaga.
“Harapan kami tentu selamanya penuh terus. Sekurang-kurangnya tetap bertahan di angka dua sampai tiga shaf lah hingga akhir Ramadan nanti, jangan sampai terlalu berkurang,” tambahnya.
Masjid Raya Darussalam tetap mempertahankan identitasnya sebagai pusat ibadah yang menekankan kedalaman spiritual. Tradisi salat tarawih dengan bacaan satu malam satu juz Al-Qur’an tetap menjadi program utama yang ditawarkan kepada jamaah yang ingin mengejar target khatam selama sebulan penuh.
Tak hanya tarawih, syiar Islam juga diperluas melalui serangkaian kajian rutin. Pihak pengelola telah menjadwalkan ceramah agama di tiga waktu utama, yakni saat Subuh, Zuhur, dan Asar. Untuk jam operasional selama Ramadan, masjid akan terbuka bagi jamaah hingga pukul 22.00 atau 23.00 WITA.
“Kami mengundang masyarakat untuk tidak hanya salat, tapi juga membawa keluarganya berbuka puasa di sini. Suasananya sekarang sangat indah, anak-anak pasti senang diajak ke sini,” jelasnya.
Selaim itu pihak pengurus juga sangat terbuka jika ada masyarakat Samarinda yang ingin menyumbang takjil untuk berbuka jamaah yang ada di Mesjid Raya ini.
“Kami juga membuka kesempatan seluas-luasnya bagi warga yang ingin bersedekah, baik berupa uang maupun takjil/kue untuk berbuka bersama,” ajak Abah Nanang.
Perubahan signifikan pada estetika masjid turut dirasakan oleh Wildan Rahimi, salah satu jamaah yang hadir. Baginya, renovasi ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan peningkatan kenyamanan dalam beribadah.
“Jujur saya merasa puas sekali. Bisa dibilang sangat wah dengan hasil renovasi yang ada. Kesan pertama saya di tarawih perdana ini benar-benar terkesan, baik dari segi bangunan maupun antusiasme warga yang berbondong-bondong datang,” kata Wildan.
Wildan juga mengapresiasi adanya kultum di tarawih pertama yang mungkin di beberapa mesjid tidak dilaksakan dan menurutnya sangat mencerahkan.
“Tadi ada kajian yang memberikan wawasan baru bagi kami. Harapan saya, Ramadan tahun ini bisa membawa kita semua menjadi lebih baik, lebih istiqomah, dan tentu saja lebih taat dari tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.
Dengan wajah baru dan manajemen kegiatan yang tertata, Masjid Raya Darussalam Samarinda kini siap menjadi pusat peradaban dan ibadah bagi warga Samarinda selama bulan suci Ramadan 2026.
