Insitekaltim, Samarinda – Usaha amplang khas Kalimantan Timur milik Sofyan Nur tetap bertahan di tengah dinamika perekonomian. Meski telah berjalan selama kurang lebih 30 tahun, penjualan amplang di momen Ramadan hingga menjelang Lebaran tahun ini terpantau tidak mengalami lonjakan signifikan.

Pemilik usaha Amplang Muara Husni Jaya, Sofyan Nur mengatakan, kondisi penjualan saat ini cenderung stabil dibandingkan hari-hari biasa. Ia menyebut faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab tidak adanya peningkatan pembelian yang berarti.
“Biasa saja kayaknya. Masalahnya menyangkut perekonomian ini juga, semua pada susah. Jadi untuk pemasaran itu biasa-biasa saja,” ujar Sofyan, Kamis, 19 Maret 2026.
Usaha amplang yang telah dirintis secara turun-temurun ini kini telah memasuki generasi kedelapan. Selain berjualan di Samarinda, ia juga memiliki toko di Balikpapan dan Banjarmasin, serta melayani penjualan secara daring (Pemesanan Online).
Dalam menjalankan usahanya, ia tetap mempertahankan kualitas rasa yang menjadi ciri khas produknya sejak dahulu.
“Rasa tetap tidak mengurangi rasa. Itu artinya tidak ada perubahan dari dulu sampai sekarang,” katanya.
Lebih lanjut, amplang yang dijual memiliki beberapa varian, seperti original, pedas, dan cumi. Harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp40 ribu per kemasan, serta Rp160 ribu untuk per kilogram.
Bahan baku yang digunakan pun beragam, seperti ikan pipih, tenggiri, hingga bandeng, meski ia mengaku lebih konsisten menggunakan ikan pipih untuk menjaga cita rasa.
Selain penjualan langsung di toko, pesanan secara daring juga turut menyumbang pemasukan. Dalam kondisi tertentu, omzet dari penjualan online bahkan dapat mencapai jutaan rupiah.
“Tergantung, kadang juga bisa sampai satu jutaan, itu dari orderannya,” ungkapnya.
Menariknya, usaha amplang ini pernah menembus pasar internasional. Sofyan mengaku sempat mengekspor produknya ke Thailand melalui toko yang ia kelola di Balikpapan.
Menjelang menutup, ia berharap usaha keluarga tersebut dapat terus berlanjut melalui generasi berikutnya.
“Mudah-mudahan ada penggantinya dari keluarga kita lagi yang meneruskan,” pungkasnya.
